Selasa, 06 Maret 2012

Respon Umat Islam di Indonesia Atas Keruntuhan Khilafah Islamiyah

Oleh Septian Anto Waginugroho*
Pada 28 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924, Kemal at-Taturk melalui Majelis Nasional Turki menetapkan penghapusan Khilafah dan pengusiran Khalifah saat itu sekaligus menjadi yang terakhir, Abdul Majid II, ke luar Turki. Dengan demikian berakhirlah sistem Khilafah yang selama ini menyertai umat Islam. Berita tentang penghapusan dan pengusiran yang dilakukan oleh Kemal Ataturk ini segera menyebar ke luar Turki dan mengejutkan dunia Islam. Kemudian umat Islam di berbagai belahan dunia memberikan respon dalam berbagai bentuk dan saat itu muncul upaya agar Khilafah dapat tegak kembali. [1]

Pada dasarnya penghapusan Khilafah ini merupakan persoalan bagi umat Islam di seluruh dunia karena Khilafah merupakan bagian dari keislaman mereka. Selain itu selama ini Khilafah telah berdiri bersama umat Islam berabad-abad lamanya sehingga Khilafah telah menjadi bagian sejarah perjalanan hidup mereka. Tentang hubungan antara umat Islam dan Khilafah serta sebab persoalan penghapusan ini mendatangkan respon, Muhammad Dhia’uddin ar-Rais, seorang Guru Besar Jurusan Sejarah Islam Universitas Kairo, di dalam bukunya yang berjudul al-Islam wa al-Khilafah fi al-Ashr al-Hadits menjelaskan,
sesungguhnya Khilafah ini bukan milik Turki saja melainkan milik dunia Islam seluruhnya. Ia adalah sebagian dari warisan umat Islam, peninggalan sejarah dan lambang persatuan mereka. Khilafah merupakan pimpinan spritual bangsa-bangsa Islam di segenap penjuru bumi. Khilafah ini telah berlangsung lebih dari seribu tiga ratus tahun.
Yaitu sejak umat Islam mengadakan rapat untuk memilih Abu Bakar Shiddiq (Sahabat Nabi) sebagai pengganti Rasulullah Muhammad saw. Beliau itulah sebagai khalifah pertama dalam sejarah Islam, diikuti oleh Khalifah kedua al-Farq Umar bin Khaththab, begitulah seterusnya silih berganti sepanjang masa, dalam berbagai dinasti sehingga berakhir pada abad keduapuluh ini. Oleh karena itu, wajar jika umat Islam memperhatikan dengan sungguh-sungguh soal Khilafah ini dan memikirkan akibatnya, serta berpikir apa yang akan terjadi kelak di masa mendatang. [2]
Sebab begitu besar pengaruh keberadaan Khilafah bagi umat Islam maka berita keruntuhan Khilafah ini mendapatkan respon dari dunia Islam dan muncul upaya untuk menegakkan Khilafah kembali. Beberapa saat setelah diruntuhkan, ide untuk menegakan kembali Khilafah langsung bergulir dan terus diperbincangkan. Di beberapa tempat ide ini diperbincangkan dalam pertemuan-pertemuan besar.

Pada Maret 1924 dibawah pimpinan Syaikh al-Azhar para ulama menyelenggarakan pertemuan di Kairo. Dalam pertemuan ini disepakati bahwa keberadaan Khilafah yang memimpin umat Islam tidak dapat dipungkiri merupakan sebuah keharusan. Mereka juga berpendapat kedudukan Abdul Majid sebagai Khalifah sudah gugur setelah dia diusir dari Turki. Oleh sebab itu harus ada pengganti Khalifah selanjutnya. Untuk membahas siapa yang layak menjadi Khalifah, mereka memutuskan akan mengadakan Muktamar di Kairo pada Maret 1925 dengan mengundang wakil-wakil dari umat Islam di seluruh dunia.[3]

Hal serupa juga dilakukan oleh ulama di Hijaz. Pada April 1924 di Makkah, Syarif Husein yang menjadi Amir Makkah membentuk Dewan Khilafah yang terdiri dari sembilan sayid dan sembilan belas perwakilan dari daerah lain termasuk dua orang perwakilan dari Jawa. Dewan Khilafah ini dibentuk sebagai upaya untuk menegakkan kembali jabatan Khalifah. Namun Dewan Khilafah tidak berumur panjang karena pada tahun yang sama Syarif Husein lengser dari jabatannya. [4]
Di Indonesia pun berita penghapusan Khilafah telah sampai dan mendapat respon dari ulama dan tokoh pergerakan Islam pada saat itu. Pada Mei 1924, dalam kongres Al-Islam II yang diselenggarakan oleh Sarekat Islam dan Muhammaddiyah, persoalan tentang Khilafah menjadi topik pembicaraan kongres. Dalam kongres yang diketuai Haji Agus Salim ini diputuskan bahwa untuk meningkatkan persatuan umat Islam maka kongres harus ikut aktif dalam usaha menyelesaikan persoalan Khalifah yang menyangkut kepentingan seluruh umat Islam. [5]
Keputusan itu semakin dipertegas dengan lahirnya keputusan Kongres Nasional Central Sarekat Islam pada Agustus 1924 di Surabaya. Seperti yang diberitakan surat kabar Bandera Islam, kongres memutuskan untuk terlibat dalam perjuangan Khilafah. Umat Islam di Indonesia harus mengirimkan utusannya ke kongres di Kairo.
“…hendak membantoe dengan segala kekoeatan boedi dan tenaganja semoea ichtiar jang menoedjoe maksoed akan mengirimkan oetoesannja oemmat Islam di Hindia-Timoer, boeat menghadiri Congres Igama Islam, jang diadakan di Cairo goena membitjarakan dan memoetoeskan perkara Chilafat Islam.” [6]

Jauh sebelum Turki Usmani runtuh, permasalahan Khilafah telah menarik perhatian umat Islam di Indonesia. Hingga kemudian pada 3 Maret 1924 muncullah persoalan yang menyedot perhatian dunia tersebut. Secara umum keruntuhan ini menimbulkan kebingungan pada dunia Islam [7], yang mulai berfikir tentang pembentukan Khilafah baru. Menurut Deliar Noer, Masyarakat Islam Indonesia bukan saja berminat dalam masalah ini, malah merasa berkewajiban memperbincangkan dan mencari penyelesaiannya. [8]

Saat gagasan penegakan Khilafah muncul, masyarakat Islam Indonesia tengah berada dalam zaman pergerakan nasional. Saat itu telah banyak bermunculan organisasi-organisasi pergerakan Islam seperti Sarekat Islam, al-Irsyad, Muhammadiyah dan menyusul kemudian Nahdlatul Ulama. Organisasi ini muncul karena dorongan aspirasi mereka untuk memajukan Islam dan menentang penjajahan Belanda. Berbeda dengan generasi sebelum mereka yang menempuh perjuangan secara fisik dan bersifat kedaerahan, pada zaman ini bangsa Indonesia berjuang melalui organisasi-organisasi modern. Cara-cara yang mengedepankan kekuatan intelektual menjadi ciri pergerakan mereka. Pada zaman itu mereka telah terbiasa menggunakan langkah-langkah seperti pembentukan komite-komite, penyelenggaran kongres dan pertemuan serta pengadaan sarana pendidikan, untuk memperjuangkan aspirasi mereka. Perjuangan mereka semakin disempurnakan dengan usaha masif penerbitan surat kabar yang menjadi organ bagi organisasi mereka. [9]

Dengan cara-cara seperti itu juga mereka memperjuangkan Khilafah. Pembentukan komite, penyelenggaraan kongres dan pertemuan, serta penerbitan surat kabar menjadi cara yang ditempuh untuk memperjuangan Khilafah pada zaman itu. Saat berita keruntuhan Khilafah sampai di Indonesia, mereka meresponnya dan ikut terlibat dalam perjuangan Khilafah. Ditambah pula perjuangan mereka ini memiliki hubungan dengan perjuangan Khilafah yang dilakukan oleh umat Islam di negeri lain.

Tersiar kabar akan diselenggarakan sebuah kongres dunia Islam di Kairo dengan mengundang perwakilan dari seluruh umat Islam di dunia. Kongres yang dimaksudkan untuk mencari pengganti khalifah ini akan diselenggarakan pada Maret 1925. Undangan kongres ini pun dikirim ke Indonesia. [10] Sebagai sambutan atas undangan ini pada tanggal pada tanggal 4-5 Oktober 1924 diadakan sebuah pertemuan di Surabaya yang dihadiri para ulama dan kaum pergerakan Islam dari berbagai organisasi. Dihasilkan kesepakatan dalam pertemuan ini bahwa wajib hukumnya terlibat dalam perjuangan Khilafah. Umat Islam di Indonesia harus terlibat dalam kongres di Kairo dengan mengirimkan utusan ke kongres tersebut. Untuk maksud tersebut maka dibentuk sebuah badan khusus bagi perjuangan Khilafah di Indonesia yang bernama Comite-Chilafat dengan ketua Wondosoedirdjo dari Sarekat Islam dan wakil ketua K. H. Abdul Wahab Hasbullah dari kalangan tradisi yang kemudian menjadi salah seorang pendiri NU. [11]
Dokumen Sejarah yang terbit tanggal 1Januari 1925


Pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan diselenggarakan Kongres al-Islam Luar Biasa pada tanggal 24-27 Desember 1924 di Surabaya. Kongres ini dihadiri oleh para ulama dan 68 organisasi Islam yang mewakili pimpinan pusat maupun cabang. Ada tiga keputusan yang dihasilkan dari kongres ini. Pertama, wajib hukumnya terlibat dalam perjuangan Khilafah. Kedua, disepakati akan terus didirikan Comite-Chilafaat di seluruh Hindia-Timur (Indonesia). Dan terakhir, diputuskan akan mengirimkan tiga orang utusan sebagai wakil umat Islam di Indonesia ke Kongres di Kairo dengan enam butir mandat yang telah disepakati. Tiga orang utusan tersebut adalah Surjopranoto dari Sarekat Islam, Haji Fachroddin dari Muhammadiyah dan K. H. A. Wahab Hasbullah dari kalangan tradisi. Namun utusan ini gagal berangkat disebabkan kongres di Kairo ditunda. [12]
Aspirasi umat Islam di Indonesia Pergerakan Khilafah ini terus menyebar di Indonesia. Kesadaran tentang urgensi perjuangan Khilafah terus diopinikan. Hal itu diupayakan dengan membentuk cabang-cabang Comite-Chilafaat di berbagai wilayah di Indonesia [13] dan dengan diadakannya pertemuan-pertemuan yang membahas Khilafah di beberapa kota. [14]
*Penulis Adalah Mahasiswa Sejarah UI dan Aktivis Forum Remaja Mesjid UI
Catatan Kaki
[1] Untuk uraian berbagai respon atas keruntuhan Khilafah, lihat Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1996), hlm. 83-6.

[2] Muhammad Dhia’uddin ar-Rais, Islam dan Khilafah di Zaman Modern, (Jakarta: Lentera Basritama, 2002), hlm. 45.

[3] Ibid., hlm. 50-1.

[4] Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1996), hlm. 86.

[5] Mukayat, Haji Agus Salim Karya & Pengabdiannya, (Jakarta: Depdikbud, 1985), hlm. 39; A.K. Pringgodigdo SH., Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, (Jakarta: Dian Rakyat, 1986), hlm. 37.

[6] Bandera Islam, 16 Oktober 1924.

[7] Dalam surat kabar harian Neratja edisi 26, 27, 29, 31 Maret 1924, K. H. Agus Salim menulis sebuah artikel yang berjudul Kemanakah Chalifah Islam? Kekaloetan ‘Alam Islam. Artikel ini mengambarkan kekalutan dunia Islam atas keruntuhan Khilafah.

[8] Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1901-1942, (Jakarta: LP3ES, 1996), hlm. 242.

[9] Lihat Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1901-1942, (Jakarta: LP3ES, 1996) dan A.K. Pringgodigdo SH., Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, (Jakarta: Dian Rakyat, 1986).

[10] Aqib Suminto, Op.Cit., hlm. 86.

[11] Deliar Noer, Op.Cit, hlm. 242. Reportase tentang pertemuan ulama dan kaum pergerakan pada 4-5 Oktober di Surabaya banyak dimuat dalam surat kabar yang terbit sezaman. Menurut harian Hindia Baroe pimpinan K. H. Agus Salim, sepanjang sejarah umat Islam di Indonesia, pertemuan ini merupakan kali pertamanya di Indonesia diadakan sebuah pertemuan yang khusus membahas tentang Khilafah, lihat Hindia Baroe, 16, 17, 18 Oktober 1924; dan Bandera Islam, 23, 30 Oktober 1924.

[12] Lihat Deliar Noer, OpCit., hlm. 242; dan Aqib Suminto, Op.Cit., hlm. 86. Tiga keputusan Kongres ini, lihat “Persidangan Moelia Loear Biasa Dari Pada Congres Al-Islam” dalam Bandera Islam, 1 Januari 1925. Penundaan kongres Kairo disebabakan oleh tiga alasan, yakni: 1. Masih berkecambuknya perang di Hijaz; 2. Belum jelasnya beberapa negeri Islam atas seluk beluk kongres; dan 3. Kesibukan Mesir dalam menghadapi pemilihan umum, lihat Bandera Islam, 22 Januari 1925.

[13] Cabang dari Komite Khilafah ini antara lain: Sub-comite Chilafaat Djokjakarta, Sub-comite Chilafaat Pekalongan, Sub-comite Chilafaat Tjirebon, Sub-comite Chilafaat Pasoeroean, Sub-comite Chilafaat Buitenzorg, Sub-comite Chilafaat Bandjermasin dan Sub-comite Chilafaat Tjiandjoer, lihat Bandera Islam, 1 Januari 1925.

[14] Harian Hindia Baroe, 4 Desember 1924, memberitakan tentang pertemuan Sub-comite Chilafaat Tjiandjoer yang dihadiri oleh 3000 orang dari berbagai kota seperti Cianjur dan Sukabumi, pertemuan ini membahas tentang perjuangan Khilafah. Selain itu Sub-comite Tjiandjoer menyumbangkan dana kepada Comite-Chilafaat di Surabaya, lihat Bandera Islam, 29 Januari 1925; Pada 15 Januari 1925, surat kabar Bandera Islam memberitakan tentang pertemuan S.I. Majalengka. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 350 orang ini dibahas tentang pergerakan Khilafah dan keputusan Kongres Al-Islam di Surabaya.

sumber : http://www.eramuslim.com
Baca Selanjutnya... »»  

Rabu, 29 Februari 2012

TUGAS ISOA

1.Sebutkan distro linux yg anda ketahui, minimal 8, dan Jelaskan apa yang dimaksud Slackware !
2.Sebutkan jenis partisi yg ada di linux red hat!
3.Direktori apa saja yang ada di linux? buatlah struktur direktori dan fungsinya.
4.Sebutkan perintah-perintah dasar linux yang anda ketahui dan fungsinya.
5.Buat contoh perintah linux dan hasilnya.

Jawab
1.Slackware,Debian,Knoppix,Linux Mint, Fedora,Ubuntu,OpenSUSE,Mandrake,RedHat,debian,Turbo Linux
Slackware merupakan sistem operasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. Slackware merupakan salah satu distro Linux awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix.

2.ext2, Linux swap, msdos

3.




/ : menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi dari direktori /usr, /home, /mnt dan direktori lainya seperti gambar diatas.

/bin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintah ls (menampilkan isi dari suatu direktori, cd (untuk berpindah direktori).

/sbin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti ifconfig (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).

/home : berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer / mesin yang bersangkutan.

/usr : berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.

/opt : berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user (hampir sama dengan /usr/sbin/.

/root : merupakan “home” nya superuser / root / administrator.

/tmp : singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso ) secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.

/etc : secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.

/mnt : berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.

/var : Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti “/etc”. Oleh karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var.

/boot : berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika komputer melakukan booting (proses komputer dari keadaan mati/off menjadi hidup/on)

4.cd : untuk masuk ke direktori
cp : untuk mengcopy file ke lokasi yang dituju
vi : untuk membuat file
mkdir: untuk membuat direktori
rmdir: untuk menghapus direktori
su : untuk mengisi paswword
mv : untuk memindahkan suatu dile
clear: menghapus perintah linux secara keseluruhan
pwd : Untuk menuju ke direktori Home

5.cd/home/ibnu : masuk ke direktori ibnu
cp/home/ibnu/latihan.txt /home : mengcopy file ke direktori home
mkdir aziz : membuat direktori yang bernama aziz
rmdir aziz : menghapus direktory yang bernama aziz
vi latihan.txt: membuat file yg bernama "latihan.txt."
pwd : Otomatis membawa ke home
/ : kembali ke root
Baca Selanjutnya... »»  

Senin, 13 Februari 2012

Kelangkaan Ulama yang Mengerti Ekonomi

 
Tanya:
dari +628572632XXX : knp ulama2 skrg bnyk yg tdk mengerti masalah ekonomi ummat  ?
Jawab:
Realitas ini adalah bukti tak terbantahkan dari keberhasilan aqidah bathilah Sekularisme menggantikan secara utuh aqidah Islamiyah, sehingga kedudukan ideologi Islam pun tergantikan 100 persen oleh ideologi Kapitalisme Sekularistik.
Sekularisme mewajibkan memisahkan urusan keagamaan yakni hubungan manusia dengan Tuhannya dari urusan publik yakni urusan politik dan negara : give the God his rights and give the Emperor his rights too. Sekularisme muncul lalu mendasari peristiwa Revolusi Perancis pada 14 Juli 1789, sehingga sampai kini telah berumur 222 tahun dan telah menjadi asas pemikiran sekaligus kehidupan umat Islam paling tidak sejak 3 Maret 1924 alias 87 tahun lebih 9 bulan. Tentu saja perjalanan waktu yang hampir satu abad tersebut sudah cukup untuk menjadikan Sekularisme sebagai perkara yang bersifat final bagi umat Islam (قَنَاعَتُهُمْ) sehingga apa pun yang dititahkannya dipastikan akan ditaati oleh mereka.
Akhirnya umat Islam memposisikan Islam tiada lain tiada bukan hanya sebatas rukun Islam lima yang notabene itu hanyalah aturan main hubungan mereka dengan Allah SWT dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan muamalah dan uqubat. Padahal muamalah adalah aturan main dalam Islam yang mengatur interaksi sesama manusia yang tentu saja di dalamnya ada sistem perekonomian dalam Islam. Sekali lagi, inilah penyebab utama mengapa banyak sekali ulama Islam yang sangat tidak paham terhadap sistem perekonomian dalam Islam dan realitas itu sangat terbukti dari sepak terjang mereka yang justru “merestui” kemunculan dan keberadaan berbagai lembaga keuangan (bank maupun non bank) yang berembel-embel syariah daripada berupaya keras dan sungguh-sungguh untuk mengembalikan sistem perekonomian Islami yang diberlakukan dalam wadah pelaksanaan Khilafah Islamiyah. Bahkan lebih mengerikan lagi dari itu adalah hampir 100 juta orang umat Islam Indonesia menolak mentah-mentah pemikiran untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah, sekaligus memerangi siapa pun orangnya yang mengusung serta memperjuangkan pemikiran tersebut. Rasulullah saw menyatakan :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْزِعُ الْعِلْمَ بَعْدَ أَنْ أَعْطَاكُمُوهُ انْتِزَاعًا وَلَكِنْ يَنْتَزِعُهُ مِنْهُمْ مَعَ قَبْضِ الْعُلَمَاءِ بِعِلْمِهِمْ فَيَبْقَى نَاسٌ جُهَّالٌ يُسْتَفْتَوْنَ فَيُفْتُونَ بِرَأْيِهِمْ فَيُضِلُّونَ وَيَضِلُّونَ (رواه البخاري)
Sungguh Allah tidak akan mengambil lagi ilmu begitu saja setelah Dia berikan ilmu itu kepada kalian, tetapi Dia akan mengambilnya bersamaan dengan mengambil para ulama berikut ilmu mereka sehingga yang tersisa adalah manusia sangat bodoh yang akan dimintai fatwa lalu mereka akan berfatwa berdasarkan semata pemikiran mereka (tanpa dasar ilmu), maka mereka menyesatkan orang lain dan diri mereka juga sesat. (HR Bukhari)
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا (رواه البخاري)
Sungguh Allah tidak akan mengambil ilmu begitu saja dari manusia tetapi Dia akan mengambil ilmu seiring dengan mengambil para ulama hingga saat tidak ada lagi seorang pun yang berilmu, pastilah manusia menjadikan para pemuka sangat bodoh sebagai penggantinya, lalu mereka ditanya maka mereka pun memberikan fatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sendiri sesat dan menyesatkan. (HR Bukhari)
[Ust. Ir. Abdul Halim]

sumber : http://mediaislamnet.com
Baca Selanjutnya... »»  

Shalat dan Puasa Agar Dicintai Seseorang

 
Tanya:
dari +628574366XXX : Asslamualaikum. Pak ustad saya mau tny nich, klo qt tirakat.mislny shlt mlm truz puasa gitu agr seseorg tu kmbali suka sma qt, dosa ga? Hukumny apa, atz jwbnNy trimaksh.
Jawab:
Berdasarkan realitas Islam yakni :
هُوَ الدِّيْنُ الَّذِيْ اَنْزَلَهُ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِتَنْظِيْمِ عَلاَقَاتِ الإِنْسَانِ بِخَالِقِهِ وَهِيَ تَشْمُلُ الْعَقَائِدَ وَالْعِبَادَاتِ وَعَلاَقَاتِهِ بِنَفْسِهِ وَهِيَ تَشْمُلُ الأَخْلاَقَ وَالْمَطْعُوْمَاتِ وَالْمَلْبُوْسَاتِ وَعَلاَقَاتِهِ بِغَيْرِهِ مِنْ بَنِيْ الإِنْسَانِ وَهِيَ تَشْمُلُ الْمُعَامَلاَتِ وَالْعُقُوْبَاتِ
Adalah Din yang Allah SWT turunkan kepada Sayyidina Muhammad saw untuk mengatur interaksi manusia dengan Khaliqnya yang mencakup aqidah dan ibadah, dan interaksinya dengan dirinya sendiri yang mencakup akhlaq, makanan dan pakaian, serta interaksinya dengan sesama manusia yang mencakup muamalat dan uqubat
Jelas bahwa ibadah adalah aturan main Islam untuk mengatur interaksi manusia dengan Allah SWT Khaliq mereka dan sudah dapat dipastikan bahwa shalat dan shaum adalah bagian dari ibadah tersebut. Sehingga dalam pelaksanaannya, baik shalat maupun shaum wajib diawali oleh kesadaran hubungan manusia dengan Allah SWT : اِدْرَاكُ الإِنْسَانِ صِلَتَهُمْ بِاللهِ تَعَالَى.
Praktik riil kesadaran hubungan tersebut adalah ditunjukkan oleh dalil niyat dan dalil shaum serta dalil shalat sebagai berikut :
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَمَلُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ (رواه البخاري)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري)
Jadi jika shalat atau shaum dilaksanakan tidak diawali dengan اِدْرَاكُ الإِنْسَانِ صِلَتَهُمْ بِاللهِ تَعَالَى yakni tidak didasarkan kepada إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا, maka dipastikan tidak sah sehingga tidak akan diterima oleh Allah SWT, dan jika shalatnya adalah wajib yang lima waktu serta shaumnya adalah shaum wajib, tentu saja selain tidak akan diterima juga berdosa karena telah meninggalkan kewajiban. [Ust. Ir. Abdul Halim]

sumber : http://mediaislamnet.com
Baca Selanjutnya... »»  

Pemahaman-Pemahaman Keliru tentang Para Bidadari

Ngobrolin bidadari memang asyik. Bikin hati kita berbunga-bunga penuh harap bisa bertemu bahkan memilikinya. Tapi, ketika muncul pemahaman-pemahaman yang keliru tentang bidadari, membuat hati jadi terusik. Ingin meluruskan agar aqidah Umat, khususnya adik-adik kita, selamat dari pemahaman-pemahaman yang muncul dari khayalan-khayalan yang salah. Beberapa pemahaman keliru yang sempat saya catat adalah sebagai berikut:

ANGGAPAN WANITA DUNIA JIKA MASUK SURGA MENJADI BIDADARI
Padahal wanita yang pernah hidup di alam dunia dengan bidadari adalah dua makhluk yang berbeda. Wanita yang pernah hidup di alam dunia adalah keturunan Adam dan Hawa sehingga disebut Wanita Bani Adam, sementara Bidadari bukan keturunan Adam dan Hawa. Bidadari diciptakan dari tetesan hujan dari awan di bawah Arsy (dalam riwayat lain dari za’faran), sementara Wanita Bani Adam diciptakan dari tanah.
Berkata Abu Ahwash: kami mendengar dalam suatu riwayat bahwasannya segumpal awan menurunkan hujan di bawah ‘Arsy. Maka dari tetesan-tetesan hujan itulah para bidadari itu diciptakan. Kemudian masing-masing ditempatkan dalam sebuah kemah di tepi sungai, luasnya 40 mil. Kemah itu tidak berpintu, sehinggga ketika seorang wali Allah datang di kemah itu, ternyata kemah itu tidak punya satu pintu pun. Dengan demikian dia tahu bahwa mata makhluk apa pun yang melihat mereka, baik itu malaikat maupun para pelayan Surga tidak sampai mempengaruhi mereka. Bidadari-bidadari itu memang wanita-wanita yang dibatasi (maqshuuraat), yakni dibatasi pandangan mata mereka dari segala makluk, selain suami mereka.
Wanita Bani Adam menjalani proses dari janin, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan tua. Ada yang terbedah keperawanannya, ada yang tetap perawan hingga ajalnya. Sementara Bidadari diciptakan langsung jadi gadis perawan dan terus gadis perawan.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.” (QS. Al-Waaqi’ah [56]: 35-40)

Mungkin, yang menyebabkan kekacauan pemahaman adalah Wanita Bani Adam yang masuk Surga akan diubah bentuknya menjadi wanita muda dan selalu muda, usia 33 tahun, cantik, berkulit putih, perawan, penuh cinta, nafsu dan kekuatan berlipat 100, tidak haid dan tidak melahirkan (kecuali jika ingin punya anak),  tidak kencing dan tidak berak, tidak beringus dan berludah, tidak pernah tidur, tidak pernah sakit, tidak mati lagi, dan menjadi istri laki-laki yang masuk Surga, sehingga disangka sama dengan Bidadari.

PERUBAHAN UKURAN  TUBUH, WARNA KULIT, DAN USIA BANI ADAM

Imam Ahmad dan ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Penghuni Surga masuk (ke sana) dalam keadaan masih muda, berkulit putih, berambut ikal, bercelak mata, sebaya dengan anak seusia 33 tahun, bentuk mereka seperti Adam, yaitu setinggi enam puluh hasta dengan lebar tujuh hasta.”
NENEK-NENEK JADI GADIS KEMBALI
Abu Bakar bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah  saw pernah didatangi seorang nenek dari kalangan Anshar. Maka nenek itu berkata, ”Ya Rasul Allah, doakan aku kepada Allah agar memasukkan aku ke Surga.”
Beliau menjawab, ”Sesungguhnya di Surga tidak dimasuki nenek-nenek.”
Lalu Rasulullah saw pergi shalat, kemudian pulang kepada Aisyah.
Aisyah mengadu, ”Nenek itu merasa sedih dan susah sekali mendengar perkataan engkau tadi.”
Maka beliau bersabda, ”Sesungguhnya memang begitu. Sesungguhnya apabila Allah telah memasukkan nenek-nenek ke dalam Surga, maka mereka diubah-Nya menjadi gadis kembali.”

NAFSU DAN KEKUATAN BERLIPAT 100

Imam Ahmad meriwayatkan dari Zaid bin Arqam, dia bercerita: Ada seorang Yahudi datang kepada Nabi saw lalu berkata, “Hai Abul Qasim, bukankah kamu beranggapan penghuni Surga itu makan dan minum?”
Sebelumnya Yahudi itu berkata kepada teman-temannya, “Kalau Muhammad mengiyakan pertanyaanku, maka aku akan mendebatnya.”
Zaid berkata (melanjutkan ceritanya): Maka Rasululah saw menjawab, “Benar, demi Allah yang menggenggam jiwaku, sesunguhnya tiap orang dari mereka benar-benar diberi kekuatan 100 orang dalam makan, minum, syahwat, dan berhubungan seksual.”
Kata Zaid: maka Yahudi itu berkata, “Sesungguhnya orang yang makan dan minum mesti membuang hajat.”
Rasul bersabda, “Cara membuang hajat tiap dari orang dari mereka dengan mengeluarkan keringat yang mengucur dari kulit, aroma harumnya seperti minyak kesturi. Dan tiba-tiba perut mereka menjadi kosong kembali.”

TIDAK TIDUR
Al-Hafizh Abu Bakar bin Mardawaih meriwayatkan dari Jabir ra, sabda Rasulullah saw, “Tidur adalah saudaranya mati. Dan sesungguhnya penghuni Surga itu tidak tidur.”
Menjadi Istri Laki-laki Bani Adam yang Masuk Surga
Rasulullah saw bersabda:
”Maka seorang lelaki penghuni surga masuk ke sana menemui 72 orang istri (bidadari) yang diciptakan Allah secara langsung dan dua orang istri lainnya dari Bani Adam. Kedua wanita Bani Adam itu mendapat keutamaan atas lainnya yang dikehendaki Allah Ta’ala, karena ibadah mereka kepada Allah semasa di dunia.
Lelaki itu menemui yang pertama dari kedua istrinya itu di sebuah kamar dari permata yaqut, di atas ranjang dari emas bertahtakan mutiara. Pada ranjang itu ada 70 tingkat sutra tipis dan sutra tebal. Dan sesungguhnya laki-laki itu benar-benar meletakkan tangannya di antara kedua pundak istrinya. Kemudian dia bisa melihat tangannya itu dari dada istrinya di balik baju, daging, dan kulitnya. Dan sesungguhnya dia benar-benar dapat melihat sumsum betis wanita itu seperti salah seorang dari kamu sekalian melihat kawat perak dalam permata yaqut.
Ketika laki-laki itu dalam keadaan demikian, tiba-tiba terdengarlah suatu seruan: ”Sesungguhnya kami benar-benar tahu bahwa kamu tidak akan bosan atau membosankan. Tapi ketahuilah, sesungguhnya kamu mempunyai istri-istri yang lain.”
Maka dia pun keluar, lalu mendatangi istri-istrinya satu persatu. Setiap kali tiba pada salah seorang dari mereka, maka dia disambut dengan kata-kata, ”Demi Allah, di Surga ini tidak ada makhluk yang lebih elok darimu, dan di Surga ini tidak ada makhluk yang lebih aku cintai selain kamu.” (Hadits ini cukup tsiqat)

ISTRI YANG TIDAK HAID, NIFAS, BERAK, BERINGUS DAN BERLUDAH
Abdulah bin Mubarak meriwayatkan dari Abu Sa’id dari Nabi saw tentang firman Allah Ta’ala, ”lahum fiiHaa azwaajun muthaHHarah,” bahwa beliau bersabda, ”(Istri-istri yang disucikan) dari haid, nifas, tinja, ingus, dan ludah.”
Tetapi, Wanita Bani Adam yang masuk Surga tetaplah Wanita Bani Adam. Hanya saja sudah berubah bentuk menjadi lebih sempurna dibanding ketika hidup di dunia, dan tidak berubah menjadi bidadari. Perubahan bentuk tersebut adalah karunia Allah agar Wanita Bani Adam bisa menikmati kenikmatan Surga dengan kepuasan yang selalu meningkat.
Allah SWT berfirman:
“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam Surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 68-72)

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id , dari Nabi saw bercerita,
“Maka terdengarlah seruan, ‘Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap hidup, tanpa mengalami mati selama-lamanya. Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap sehat, tanpa mengalami sakit selama-lamanya. Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap muda, tanpa mengalami tua selama-lamanya. Dan sesungguhnya kamu sekalian akan tetap nikmat, tanpa mengalami penderitaan selama-lamanya.’ Nabi bersabda, “Empat perkara inilah yang diserukan.’” (HR. Ahmad dan Muslim)
Beberapa contoh Wanita Bani Adam yang masuk Surga yang diberitakan Rasulullah saw di antaranya: Khadijah binti Khuwailid istri Rasulullah saw, Maryam binti Imran Sang Perawan ibunda Nabi ’Isa as, Asiyah mantan istri Fir’aun, Fathimah binti Rasulullah saw, ’Aisyah binti Abu Bakar istri Rasulullah saw, Hafshah binti ’Umar bin Khaththab, dan wanita milik Umar bin Khaththab di Surga.

Khadijah binti Khuwailid
Abu Hurairah ra menyatakan bahwa Jibril datang kepada Nabi saw seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan, atau minuman. Jika ia sampai kepadamu, maka katakanlah bahwa Tuhannya dan aku menyampaikan salam kepadanya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa dia akan memperoleh sebuah rumah dari bambu di Surga, dimana tidak ada kebisingan maupun susah payah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MARYAM BINTI IMRAN DAN ASIYAH PEMELIHARA MUSA as
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Fathimah ra banwa dia pernah bertanya kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat tinggal ibuku, Khadijah?”
Nabi menjawab, “Di sebuah rumah dari bambu dimana tidak ada perkataan yang sia-sia maupun susah payah, bersama Maryam dan Asiyah (mantan) istri Fir’aun.”
“Apakah seperti bambu ini?” tanya Fathimah pula, yang beliau jawab, “Bukan, tapi dari bambu yang tersusun dengan mutiara besar, mutiara kecil, dan permata yaqut.” (Hadits gharib)

FATHIMAH BINTI RASULILLAH
Rasulullah Muhammad saw bersabda, “Para pemimpin wanita ahli Surga selain Maryam binti ‘Imran adalah Fathimah, Khadijah, dan Asiyah istri Fir’aun.” (HR. Thabrani)
‘AISYAH BINTI ABU BAKAR
Ibnu Abu Mulaikah menyatakan bahwa ‘Aisyah ra berkata bahwa Jibril datang kepada Nabi saw (dalam mimpi) dengan membawa gambarnya dalam sepotong kain sutra hijau seraya berkata, “Inilah istrimu di dunia dan akhirat.” (HR. Tirmidzi)

HAFSHAH BINTI UMAR BIN KHATHTHAB

Dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa Nabi saw menceraikan Hafshah dan menjatuhkan talak satu kepadanya. Tapi, tidak lama kemudian beliau merujuknya kembali atas perintah yang dibawa oleh Jibril. Jibril berkata, “Dia (Hafshah) adalah seorang ahli puasa dan shalat. Dia adalah istrimu di Surga.”
WANITA MILIK UMAR BIN KHATHTHAB
Dari Rasulullah beliau bersabda: Ketika tidur, tiba-tiba aku bermimpi melihat diriku berada di dalam Surga dan menyaksikan seorang wanita sedang berwudhu di samping sebuah istana. Aku lalu bertanya: Milik siapakah istana ini? Mereka menjawab: Milik Umar bin Khaththab. Tiba-tiba saja aku teringat akan kecemburuan Umar. Maka aku pun pergi meninggalkan tempat itu. Lebih lanjut Abu Hurairah ra mengatakan: Mendengar itu seketika Umar menangis sedang kami semua berada di majlis tersebut bersama Rasulullah saw. Kemudian Umar berkata: Demi Allah, wahai Rasulullah, apakah kepada engkau aku cemburu? (HR. Bukhari, Muslim. Ibnu Majah, dan Ahmad)

ANGGAPAN WANITA YANG BERJUANG MENEGAKKAN SYARIAH SEPERTI BIDADARI

Padahal Bidadari tidak berjuang menegakkan syariat Islam, tidak berdakwah, tidak mengajarkan Islam, apalagi beramar ma`ruf nahi munkar. Bagaimana akan berjuang menegakkan syariat Islam, karena setelah diciptakan mereka langsung dipingit dalam kemah-kemah.

Allah SWT berfirman:
“Di dalam Surga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah-kemah.” (TQS. Ar-Rahmaan [55]: 70-72)

Bidadari tidak berinteraksi dengan siapa pun. Mereka tersimpan dan tidak tersentuh tangan makhluk apapun, kecuali oleh suami mereka nanti.

Allah SWT berfirman:
“Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan. Di dalam syurga-syurga yang penuh nikmat. Di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya. Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.” (TQS. Ash Shaaffaat [37]: 40-49)
“Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (TQS. Ar-Rahmaan [55]: 56-57)
Tugas mereka adalah menunggu kedatangan suami mereka yaitu laki-laki Bani Adam yang akan masuk surga. Mereka bernyanyi.
Dari Ali bin Abi Thalib kw. bahwasannya Rasulullah saw bersabda,
”Dalam Surga ada tempat pertemuan para bidadari. (Di sana) mereka bernyanyi dengan suara-suara yang tidak pernah didengar semisalnya oleh makhluk apapun. Mereka melantunkan (lirik-lirik lagu): ’Kami wanita alam baka, takkan binasa selamanya. Kami wanita ceria, tak kenal susah selamanya, Kami wanita yang rela, tak kenal murka selamanya. Bahagialah laki-laki yang menjadi milik kami. (Bahagialah manusia), yang kami milik dia.’” (Hadits Shahih Riwayat at-Tirmidzi)
Setelah laki-laki Bani Adam masuk Surga, para bidadari tersebut dinikahkan oleh Allah dengan laki-laki tersebut.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan. Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”. Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.” (TQS. Ath Thuur [52]: 17-20)
Setelah dinikahkan dengan laki-laki Bani Adam, Bidadari kemudian melayani hubungan seksual. Kemampuan seksual Bidadari membuat laki-laki Bani Adam sibuk merasakan kenikmatan seksual yang tiada tara, yang semakin nikmat dan semakin nikmat.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (syughul) (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.” (TQS. Yaasiin [36]: 55-56)

Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan banyak para mufassir lainnya mengatakan, bahwa kesibukan (syughul) penghuni Surga pada ayat ini yang dimaksud ialah membedah keperawanan.
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, pernah ditanyakan , ‘Ya Rasulullah, apakah orang lelaki melakukan persetubuhan di Surga?’ – dan menurut riwayat lain, ‘Apakah kita menyetubuhi istri-istri kita?’–  Rasul menjawab, ‘Demi Allah yang menggenggam jiwaku, sesungguhnya seorang lelaki dalam satu pagi benar-benar menyetubuhi seratus perawan.’” (HR. al-Bazzar, al-Qurthubi, dan Ibnu Majah)
Jika Bidadari diibaratkan dengan wanita Bani Adam yang berjuang menegakkan Syariat Islam, tentu hal ini tidak saja sangat jauh dari fakta, namun juga melecehkan perjuangan wanita Bani Adam, baik dalam urusan pribadi maupun dalam urusan masyarakat bahkan negara.
Dalam urusan pribadi, wanita Bani Adam melakukan shalat, puasa, dan ibadah. Sementara (sejauh ilmu yang saya punya) Bidadari tidak shalat, puasa, dan ibadah lainnya. Dalam urusan rumah tangga, para wanita Bani Adam berusaha mengatur urusan rumah tangganya walau terkadang sangat melelahkan. Mana ada Bidadari yang ngepel lantai, mencuci pakaian, menjahit celana yang robek, dan memasak. Belum lagi wanita Bani Adam mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, dan mendidik anak, yang tidak pernah dilakukan para Bidadari. Padahal semua aktivitas itu berbuah pahala jihad fi sabilillah, sebuah ibadah yang paling agung.
Dalam urusan masyarakat dan negara, wanita Bani Adam bersedekah, menolong saudaranya yang kesusahan, mendakwahkan Islam, mengajarkan Islam, beramar ma`ruf nahi munkar kepada siapa pun termasuk kepada penguasa. Semua itu tidak dilakukan oleh para bidadari.
Allah SWT berfirman:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (TQS. At-Taubah [9]: 71-72)
Rasulullah saw bahkan menyampaikan bahwa Wanita Bani Adam lebih utama dibanding bidadari. Ada sebuah hadits yang cukup panjang dari Ummu Salamah.
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata,
Saya berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu saya mana yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari?”
Beliau bersabda, ”Wanita dunia lebih utama daripada bidadari, seperti utamanya zhahir atas batin.”
Saya bertanya, “Ya Rasulullah, karena apanya?”
Beliau menjawab, ”Karena shalat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah memberi cahaya pada wajah mereka, dan mengenakan sutera pada tubuh mereka. Warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupaan mereka mutiara, dan sisir mereka emas. Mereka berkata, ”Kami adalah wanita-wanita abadi, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita bahagia, tidak akan miskin selama-lamanya. Kami adalah wanita-wanita penduduk tetap, tidak akan pindah selama-lamanya. Dan ketahuilah, kami adalah wanita-wanita yang telah ridha, tidak akan marah selama-lamanya. Berbahagialah orang yang menjadi milik kami, dan kami menjadi miliknya.”
Dengan demikian, lagu-lagu, syair-syair, dan perumpamaan-perumpamaan yang mengibaratkan wanita pejuang syari’ah dengan bidadari, selain jauh dari fakta dan melecehkan arti perjuangan, juga menyalahi Aqidah Islam.

ANGGAPAN ADA BIDADARI DI DUNIA
Mungkin yang dimaksud “ah itu kan cuma pengibaratan, bukan makna yang sebenarnya”. Maka pengibaratan pun harus sesuai fakta atau jika Allah dan Rasul-Nya yang memberi pengibaratan, karena Allah dan Rasul-Nya lebih tahu hakekat segala sesuatu dibanding kita yang sangat terbatas pengetahuannya.
Misalnya Rasulullah saw pernah mengibaratkan masyarakat ibarat penumpang sebuah kapal. Maka kita boleh mengatakan bahwa negara ini sudah seperti kapal yang sudah berlubang di sana sini tinggal tunggu tenggelamnya saja. Atau Khalid bin Walid oleh Rasulullah saw digelari Pedang Allah yang terhunus. Maka kita boleh mengatakan ke musuh Islam bahwa kami akan kirimkan pedang yang terhunus, walaupun yang dimaksud adalah pasukan perang.
Sementara sepanjang pengetahuan saya, Rasulullah saw tidak pernah memakai bidadari (huurun ’in/ yang bermata jeli) untuk mengibaratkan sesuatu. Yang ada Rasulullah saw mengibaratkan rumah beliau seperti surga beliau dengan sabdanya ”Baytiy Jannatiy”. Rasulullah saw tidak pernah menyifati istri-istri beliau dengan bidadari. Hadits-hadits yang ada memberi kabar bahwa para ummul mu`minin akan menjadi istri Rasulullah saw di Surga nanti. Inilah yang harus dipakai.

ANGGAPAN MENIKAH DENGAN BIDADARI DI DUNIA
Adapun mengibaratkan istrinya yang baru dinikahinya dengan bidadari, hanya karena istrinya memakai kerudung, lalu ia memberitahu ke temannya bahwa ”saya baru saja menikah dengan bidadari”, tentu hal ini sangat keliru.
Karena bidadari memang memakai kerudung.
Rasulullah saw bersabda, ”Andaikan ada seorang wanita penghuni surga mengintip ke bumi, niscaya dia menerangi ruang antara bumi dan langit, dan niscaya aromanya memenuhi ruang antara keduanya. Dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya lebih baik daripada dunia seisinya.” (HR. Bukhari)
Namun bidadari itu dinikahkan di Surga yang terletak di atas Langit Dunia. Bukan di kota manapun yang berada di bawah Langit Dunia. Bidadari dinikahkan setelah Kiamat tiba, bukan dinikahkan sebelum Kiamat tiba. Bidadari dinikahkan oleh Allah, bukan oleh wali nikah yang hanya seorang manusia.

ANGGAPAN ADA BIDADARI TURUN DARI KAHYANGAN
Ini adalah khayalan dalam cerita Joko Tarub. Pelangi dikhayalkan sebagai jembatan para bidadari yang turun ke bumi untuk mandi di sebuah telaga. Lalu Joko Tarub mencuri selendang salah seorang bidadari sehingga ia tidak bisa terbang lagi ke Surga.
Khayalan ini jelas bertentangan dengan aqidah Islam. Karena bidadari tidak akan keluar dari Surga. Sehingga tidak ada bidadari yang mandi ke bumi. Hadits di atas pun menggunakan kata “andaikan” sekedar untuk memberi gambaran bagaimana cahaya dan aroma bidadari. Artinya tidak ada bidadari turun ke bumi, apalagi mempertontonkan aurat untuk mandi di telaga sebagaimana banyak digambarkan di lukisan-lukisan di tanah Jawa.

ANGGAPAN BIDADARI BERSAYAP
Tidak ada kabar dari Allah dan Rasul-Nya bahwa Bidadari bersayap. Adapun yang bersayap adalah malaikat. Itupun bentuk dan bahan sayap para malaikat pun termasuk ghaib, apakah seperti sayap burung, sayap capung, sayap lebah, atau lainnya, wallaahu a’lam.
Oleh karena itu ketika ada Sinetron “Bidadari” yang menggambarkan bidadari yang bersayap dan jalan-jalan ke dunia menolong manusia, tentu hal itu merusak aqidah Umat. Bukan tidak mungkin ada kaum muslimin yang terpengaruh oleh sinetron ini. Adapun yang bersayap dan menolong manusia adalah malaikat. Itu pun manusia tidak bisa bercakap-cakap dengan malaikat.

CANTIK SEPERTI BIDADARI
Ada juga lagu Bidadari Bidadari untuk menggambarkan wanita yang cantik. Ini juga tidak bisa dipakai, karena –sekali lagi- karena dalam faktanya wanita paling cantik yang pernah ada di dunia (sebut saja Cleopatra atau Lady Diana) tidak sebanding dengan kecantikan bidadari.

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata,
Saya pernah bertanya, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang mereka yang diceritakan Allah Ta’ala dalam firmanNya, ”Dan (dalam surga) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli.” (QS. al-Waqi’ah: 22).
Beiau bersabda, ”(mereka adalah) bidadari-bidadari yang bermata jeli. Pelupuk mata bidadari-bidadari itu (selalu berkedip-kedip) bagaikan sayap burung nasar.”
Saya berkata, ”Beritahu saya tentang firman-Nya, ”Laksana mutiara yang tersimpan dengan baik.” (QS. al-Waqi’ah 23).
Beliau bersabda, ”(Mereka berkulit) jernih sejernih mutiara yang tersimpan dalam kerangnya, yang belum tersentuh tangan-tangan (manusia).”
Saya berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang firman-Nya ”Di dalam Surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik lagi cantik jelita.” (QS. ar-Rahman: 70)
Beliau bersabda, ”(Mereka) baik akhlaknya, cantik jelita wajahnya.”
Saya berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang firman-Nya, ”Seolah-olah mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.” (QS. ash-Shaffat: 49)
Beliau bersabda, ”Kelembutan mereka selembut selaput dalam telur yang ada di balik cangkangnya, yaitu kulit ari yang lekat pada putih telur.”
Yang bisa menandingi bahkan melampaui bidadari hanyalah wanita Bani Adam yang masuk Surga. Semoga itu adalah anda (pembaca mediaislamnet.com yang mu`minah).[]

sember : http://mediaislamnet.com
Baca Selanjutnya... »»  
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template