Minggu, 18 Desember 2011

Membakar Diri dengan Keimanan

Oleh: M. Iwan Januar
Sungguh Allah dan RasulNya telah mengingatkan kaum muslimin bahwa keimanan akan mengalami benturan yang dahsyat. Benturan itu akan semakin dahsyat ketika kehidupan dunia ini berada di tepi jaman. Sikap istiqomah ini diibaratkan oleh Nabi saw. seperti menggenggam bara api yang akan membakar siapa saja yang masih ‘berani’ menggenggamnya.
Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.”(Hr. at-Tirmidzi).
Dekade itu adalah hari ini. Di mana keadaan carut marut. Beragam godaan duniawi menghantam bertubi-tubi kepada umat, menggoda agar umat melepaskan simpul agama dari kepribadian kita. Di antara saudara-saudara kita yang terang-terangan melepas baju agamanya menjadi bagian kaum riddah (na’uzubillahi min dzalik!), ada yang setengah ‘telanjang’ menjadi muslim yang sekuler, ada juga yang berada dalam kegamangan; bingung antara melepas agama atau memperjuangkannya.
“Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.”(QS. an-Nisa: 143).
Beragam cara lepasnya simpul agama itu. Ada yang terjadi secara sadar, tanpa sadar, tapi ada pula yang melepas simpul agama dengan beragam dalih. Mereka mencari-cari pembenaran untuk membela tindakan tersebut. Ada yang berdalih terdesak kebutuhan hidup, menyelamatkan karir, menjaga keamanan diri, dsb.
Mungkin yang mengejutkan adalah ketika kegamangan ini menimpa kalangan pengemban dakwah. Para pejuang Islam yang semestinya tampil tegas membela dan menjelaskan Islam dengan jernih, tampil bak mercusuar, menerangi umat dengan cahayanya yang benderang, justru meredup bahkan terkadang padam. Ini yang membingungkan umat. Padahal batas haq dan batil, halal dan haram telah jelas, dan seorang muslim dituntut mematuhinya dengan sekuat tenaga.
Alasan yang diberikan pun terkadang mengada-ada; menarik simpati! Maka ada pengemban dakwah yang menyerukan Islam moderat, padahal istilah ini tidak pernah disebut dan dibahas oleh ulama salaf manapun. Entah darimana tokoh itu mendapatkan istilah tersebut, tapi tujuannya jelas; untuk mencari muka dari kalangan yang anti terhadap Islam.
Ada yang sungkan bahkan terkesan phobi meneriakkan syariat Islam. Mereka takut ajakan menegakkan syariat itu nanti mengancam dakwah mereka. Ada juga yang dengan parah menyebut serangan Israel terhadap muslim Palestina sebagai serangan kemanusiaan, bukan lagi agresi terhadap Islam dan kaum muslimin. Apakah mereka malu atau takut disebut membela saudara-saudara seiman? Aneh, memang.
Demikianlah, fitnah dunia memang berbahaya, tapi akan lebih berbahaya lagi manakala menyusup ke dalam tubuh para pengemban dakwah. Mengutip istilah hadits mereka enggan memanaskan diri dengan bara api yang menyala. Memang, bara api itu akan membakar orang yang menggenggamnya, tapi tidaklah ia membakar melainkan akan membersihkan segala kotoran-kotoran yang ada pada dirinya. Seperti api yang membersihkan emas dari pengotornya.
Umat yang sudah berada dalam kesuraman ini membutuhkan cahaya yang benderang dari para pengemban dakwah. Jika pengemban dakwahnya juga turut meredupkan cahaya agama ini, maka bagaimana umat bisa kembali ke jalan kebenaran?
Jadikanlah diri kita sebagai penggenggam bara api yang menyala. Karena semua pengorbanan diri di hadapan Allah tidaklah sia-sia. Kemuliaan dan kebangkitan umat akan terwujud dengan kejernihan dan ketegasan pemikiran serta sikap para pengemban dakwahnya. Insya Allah. []
Baca Selanjutnya... »»  

Kaya Tapi Miskin

Oleh Farid Abdurrahman (Santri Pesantren Media)
Jika disebutkan nama Indonesia, tentu akan terbayang di benak kita sebuah negeri yang hijau nan elok. Tanahnya yang subur memungkinkan berbagai jenis tanaman bisa tumbuh di sana. Saking suburnya, lahirlah sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa tongkat kayu saya akan menjadi tanaman hanya dengan menancapkannya di atas tanah. Sungguh menakjubkan.
Ini baru cerita tentang tanahnya. Sekarang kita akan menengok lautnya. Indonesia terkenal sebagai sebuah negeri kepulauan. Hal ini menyebabkan wilayah Indonesia sebagian besarnya berupa lautan. Lautan yang luas ini mengandung berbagai kekayaan yang melimpah ruah. Berbagai jenis ikan baik itu kecil maupun besar ada di dalamnya. Belum lagi kekayaan laut yang lain seperti terumbu karang, rumput laut, mutiara, dan lain sebagainya semakin menambah daftar kekayaan laut Indonesia.
Kekayaan Indonesia tidak hanya berhenti sampai di sini. Indonesia juga memiliki cadangan barang tambang yang melimpah. Jenisnya juga beragam, baik itu batu bara, emas, perak, minyak bumi, besi, dan lain sebagainya.
Harusnya, kondisi Indonesia yang demikian akan mampu memberikan penduduknya kemakmuran dan kesejahteraan. Namun, kita tidak akan menjumpainya. Jika kita melihat fakta di lapangan, kita akan melihat bahwa sebagian penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Yang merasakan kesejahteraan hanya segelintir orang saja. Selebihnya, banyak di antara mereka yang sehari-hari masih berjuang sekuat tenaga untuk mencari sesuap nasi, tinggal di kolong-kolong jembatan, mengorek sisa-sisa makanan di tempat-tempat sampah, dan lain sebagainya.
Kondisi demikian bukanlah hal yang terjadi begitu saja. Kondisi ini lebih disebabkan karena para pejabat di negeri ini salah dalam mengelola kekayaan negeri. Misalnya, kekayaan tambang yang seharusnya dinikmati oleh rakyat, malah diambil oleh pihak asing. Contoh dari hal ini misalnya tambang emas di Freeport, Papua. Seharusnya yang mengelola kekayaan emas di sana adalah pemerintah. Hasilnya digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Namun, keadaannya berbeda. Pemerintah menyerahkan pengelolaan tambang emas ini pada pihak asing. Akibatnya, sebagian besar keuntungan dari tambang ini mengalir ke pihak asing. Malah, para penduduk yang hidup di sekitar pertambangan hidup di bawah garis kemiskinan.
Sudah saatnya rakyat Indonesia merasakan kemakmuran dari kekayaan negerinya sendiri. Sudah saatnya pemerintah mengelola dengan baik kekayaan negeri ini dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Jangan sampai keadaan ini berlarut-larut karena pejabat yang berwenang tidak mau mengambil pelajaran, jatuh berkali-kali ke dalam lubang yang sama.[]
Baca Selanjutnya... »»  

Born 2 Be Jomblo

By: Adzimattinur Siregar
www.google.com
Ini nggak mungkin kenyataan!
Kalo aja cowok di depan rumahku ini nggak menatapku terus menerus, aku pasti udah menampar mukaku sendiri untuk mengetesnya.
Ini pasti mimpi! Nggak mungkin seorang Lando si cowok motor yang bulan lalu dapetin penghargaan Coverboy Favorit dari majalah super beken, sekarang ada di depan pintu rumahku dengan bunga mawar merah di tangannya…  Yang jelas… aku nggak mau ini terjadi!
Bukan karena aku nggak suka (Alooow! Cewek cacat mental mana yang bisa nolak pesonanya Lando?) tapi karena…
“Siapa, Tet?” Ibuku tergopoh-gopoh dengan daster kumalnya dan muka berminyak baru bangun tidur.
Oh, no! no! Tuhan, bila kau mau membunuhku bukan begini caranyaaaa…
“Bu-bukan siapa-siapa, Ma!” kataku cepat-cepat sambil ngasih isyarat ke Lando untuk pergi.
Coverboy itu ngegeleng keras kepala. Sekarang aku percaya sama pepatah yang bilang, ketampanan seseorang bisa dituker sama kepinteran. Bisa jadi Lando seganteng ini karena udah bikin perjanjian sama setan dan menukarkan separuh otaknya.
“Pergi!” bisikku memohon. Percaya deh! Mengusir cowok paling keren seangkatan dari rumahmu bukan hal yang gampang!
Mata tajam dan alis tebal Lando hampir aja mempengaruhiku.
“Rhein? Kenapa?” mungkin cowok ini sekarang lagi bertanya-tanya kenapa bisa cewek sejelek aku menolak mawar darinya.
“Teeet!” bentakan Papaku membuatku mundur. Aku berbalik dan mendapati Papaku dengan sarung favoritnya yang bolong-bolong itu tengah berdiri tegak, nggak memakai kaosnya.
Mati gw… watchau, dunia, selamat tinggal!
“Siapa itu?” tanya Papa dengan suara Bataknya yang menggelegar.
Lando, dengan segenap rasa beraninya yang tinggal tersisa sedikit itu, maju selangkah dan tersenyum ke arah Papa.
“Pagi, Om!” permulaan yang salah. Papa benci dipanggil Om karena itu mengingatkannya sama usianya yang udah tua. “Saya Lando, temen Rhein. Coverboy.” Seakan-akan fakta punya tampang super keren itu, bisa ngerubah mata Papa yang mulai menyipit muak.
Pertengahan yang salah. Aku menghela napas, dan menahan sesak.
“Saya cuma mau nganterin mawar ini.” Lando dengan senyum dibuat-buat yang dibalas masam sama Papa dan Mama.
Aku menggeleng putus asa. Akhir yang saaaangat salah!
“Oh, jadi pengantar barang? Bagus, kamu bisa pulang sekarang.” Papa sambil ngebanting pintu depan idungnya.
Mau nggak mau mataku udah berkaca-kaca duluan waktu ngedenger bunyi motor ninja RR Lando menjauh.
See?!
Udah cukup memalukan mendapati cowok keren mau bersusah payah ke rumahku yang ada di tengah kampung, mengetuk pintu rumahku yang bobrok, menemukan Papa cuma dengan sarung kucelnya… Sekarang, Papa pun mengusir cowok itu!
Ya, ampuuun!  Ups, belum cukup juga kayaknya neh?
Papaku menatapku garang. “Kamu harus fokus sama sekolah! Sekarang kan lagi ujian! Ngerti?”
Dunia ini gila atau apa?! Aku sudah kelas dua SMA, meeen! Teman-temanku biasa didatangin pacarnya tiap Sabtu… Sementara aku? Pacaran pun nggak pernah! Dan Lando itu kan bukan cowokku… Eee, tapi kan aku ini lebih fokus daripada siapapun! Yeah! Seakan juara satu di kelas unggulan aja nggak cukup!
“Udahlah, Tet! Cowok gampang dicari lagi!” Mamaku mengusap pipiku yang berurai airmata.
Cowok gampang dicari. Kata-kata itu nggak berlaku bagiku. Ya, ampun! Mama pikir aku secantik apa? Apa dia nggak bisa nerima kenyataan kalo anaknya cuma punya tampang pas-pasan? Ada satu cowok nyangkut aja udah amazing banget! Apalagi kali ini cowok KEREN!
Mama nggak ngerti. Tentu aja Mama nggak akan ngerti. Gimana rasanya jadi cewek berbadan bongsor di tengah para model di sekolahku. Gimana rasanya punya wajah bulat penuh lemak yang selalu ditempeli jerawat.
Aku mendesah putus asa. Mungkin memang tak ada lagi jodoh yang tersisa untukku.
ooOoo
Gimana sih rasanya cinta?
“Kayak ada di awang-awang… Hm…” itu kata David, cowok klub sastra kelas sebelah.
“Hitam. 500 cc. Empat tak.” Ini komentar Dix, cowok gothic yang terkenal sama bengkel motornya.
“Indah. Bagaikan oase di tengah padang pasir.”
Nah! Kalo ini katanya Edgar, cowok sok puitis yang sering tebar pesona ke kelas orang.
“Rasa sop kecoa.”
Ah, ini mah celetukannya Lucas yang kayaknya emang udah ngerasain berbagai macam makanan, dan konon punya resep rahasia biar tetep kurus meski makan mulu.
“Hm…. Ng…. Aaa… Hhhh… apa yak pertanyaannya?” Ezra yang suer banget lemotnya ngalahin Oneng itu, gayanya sambil miringin kepalanya.
“Eee, apa penting ya?” Zein yang dingin sedingin kutub utara, malahan balik nanya dan melengos, nerusin bengongnya yang tertunda.
Cowok-cowok dalam rubrik Cute Boys on Talk yang baru kuwawancarai ini, boleh ngaku kalo mereka ganteng… tapi mereka semua PAYAH karena udah mengungkapkan sesuatu yang salah!
Karena besoknya, seperti yang sudah diramalkan oleh majalah Times, Gadis, Aneka Cemerlang, eeh, yang terakhir ini udah mendiang ya? Pendeknya, berbagai media massa lainnya, Lando langsung nyuekin aku.
See? Inilah cinta. Kau bisa berlari mengejarnya, tapi begitu terjatuh sekali… bye-bye!
Aku tertunduk lesu di seberang jalan sepulang sekolah. Lando baru aja lewat dengan cewek baru di boncengannya. Hampir aja aku mengejar motornya dan ngelakuin hal gila, jambak cewek itu, misalnya. Untung aku inget, kalo sekarang lagi nungguin sobatku.
“Hei, bengong aza, ah!” seru Shelly sambil ngegandeng tangan Ezra. Yeah… salah satu cowok beken di sekolah itu loh. Cowok lemot yang kalo dipikir-pikir bener-bener ngegemesin.
“Chelly Cay, emang kita gak jadi nonton DVD di rumah gw ya? Kok nyapa dia sih?” tanya Ezra cemberut.
Shelly mencubit pipi cowok itu sebelum menepuknya. Aduuuh! Lagi ujian semesteran gini masih aja pacaran! Lagian apa ka si lemot tadi, Chelly Cay? Fheeew, segitunya dicadel-cadelin?
“Gini, Zie… gw sama Ezra mau nonton di…”
“Okey. Gapapa. Gw bisa pulang sendiri,” potongku dengan senyum dipaksa. Dan terus tersenyum gitu sampe Shelly pergi.
Aku melototin Ezra kesel. Cowok lemot nyebelin! Gimana bisa cowok kayak gitu jadian sama Shelly yang berkawat gigi, berkulit hitam dan penuh jerawat?! Eeee, tapi meskipun gitu-gitu juga, Ezra sayang banget sama Shelly. Apapun yang ntu cewek mau, pasti dikasih. Dan selalu cemburu kalo ada cowok yang deket-deket Shelly.
Gimana ya rasanya dicemburuin? Aku pengen jadi Shelly. Pasti rasanya indah banget disayang sama orang sampe segitunya. Khayalku berhenti waktu aku sadar sesuatu yang aneh. Aku iri. Ya, ampun! Ini malu-maluin! Aku iri sama pasangan aneh itu? Gilaaa meeen!
Kurasa aku harus ke psikiater. Setelah menyia-nyiakan Lando, sekarang aku iri sama Shelly dan Ezra. Selanjutnya apa? Berubah cita-cita jadi Sailormoon? Rasa-rasanya aku harus pasrah deh dengan masalah nggak-akan-punya-cowok ini.
Sambil ngehela napas capek (aku bener-bener capek sama hubungan cewek-cowok!) aku menaiki angkot. Cuma beberapa meter sebenarnya, tapi lagi males jalan kaki dengan otak bete.
“Stooop, pinggiiir!” teriakku selang sesaat.
Waktu mau nyari uang di tas, tanganku menemukan sehelai kertas bertuliskan… Maaf. Rasanya kita nggak akan bisa jadian deh. Bukan karena bokap-nyokap loe, tapi karena kita nggak klop aja. Lando.
Aku mendengus cuek. Meski otakku terus memikirkannya. Ah, ya! Tentu aja… betapa egoisnya aku menyalahkan Mama-Papa padahal cowok-cowok itu nggak mau karena masalahnya ada pada diriku sendiri.
Gw gak peduli! Jeritku dalam hati walau mataku berlinang airmata. Aku mengeluarkan tanganku dari jendela dengan marah untuk membuang kertas itu jauh-jauh. Tapi…
JEDUG! BRAK!
Cekiiit! Tiiin, tiiin! Ups? Sebuah motor GP 500 tergeletak dengan pengendaranya. Karena aku! Tepatnya karena mo ngehindar tanganku yang ngulur cuek dari jendela angkot?
“Maaf! Maaf!” Aku loncat dari angkot, ngeburu korban gara-gara diriku. Aduh! Motornya keren banget! Aku teringat sama obrolan Ezra, motor kayak gini harganya bisa dua-tiga ratus juta. Aduh! Mati deh! Semoga motornya nggak rusak!
Tapi perhatianku ke motor GP itu langsung tersita begitu ngeliat tetesan darah dari sudut-sudut mulut cowok itu. Aw! Aku meringis begitu ngeliat lukanya. Berbaret! Aku ngelirik kerikil-kerikil tajam yang ada di bawahku… ya ampun! Pasti sakit banget!
“Panas. Pipi gw panas.” Gumam cowok itu tenang meskipun wajahnya sekarang udah belepotan darah. Buru-buru aku lari ke warung terdekat dan kembali lagi dengan air es.
Tanpa babibu dan pikir panjang, aku coba bantu dia buat bersihin lukanya. Perasaanku ngeri banget. Beberapa saat aku menunggu cacian keluar dari mulut cowok itu. Hmm, pasti sebelumnya tampangnya cakep banget. Lebih cakep dari Lando bahkan siapapun deh. Tapi itu dulu. Sebelum ketemu aku.
Aku cuma bisa berdoa semoga luka itu nggak berbekas.
“Dingin.” Komentar cowok itu lama. “Nama loe siapa?” cowok itu mengamati seragam batik sekolahku.
“Azzie. Maaf ya, maaf!” ulangku gugup sekali.
“Biasa aja kenapa sih? Lagian ini salah gw juga kok. Nggak pake helm. Azzie… hm… kelas berapa?” pertanyaannya bikin aku deg-degan.
Prasangka demi prasangka mulai bermunculan. Ah, masa sih cakep-cakep gini mau ngaduin gw ke sekolah? Tapi… bisa aja! Dia kan cakep, pasti dia ngerasa dirugiin sama luka ini!
“Se-sepuluh enam,” desisku kaku.
Cowok itu ketawa dan langsung berhenti sedetik kemudian. Kayaknya dia kesakitan! Aku buru-buru menghampirinya, kepingin mencermati kondisinya dari jarak lebih dekat. Tapi… uuups! Aku tersandung kaki sendiri, maka tak pelak lagi seember air es tumpah tepat di kepala cowok itu.
“Maaf! Maaf! Maaf!” kataku berulang-ulang. Tapi cowok itu cuma memamerkan gingsulnya dan senyuman super manis itu muncul.
“Cewek unik.” Gumamnya sambil mengusap mataku yang masih sembab pake saputangan. “Kenapa nangis?”
“Gw bener-bener heran sama orang yang bikin loe nangis… cewek itu kan diciptakan dari tulang rusuk cowok. Bukan dari tulang kaki sebagai bawahan atau pembantu. Bukan juga dari kepala, sebagai atasan kaum cowok. Tapi dari tulang rusuk. Dekat dengan lengan untuk dilindungi. Dekat dengan hati untuk dicintai…”
Kata-katanya indah. Membuatku hampir simpati… kalo aja aku nggak inget pergi les.
“Ah! Gw mau les dulu! Maaf ya? Dah!” aku melambaikan tangan sambil menjauh.
“Nama gw Ksatria.”
“Ha? So wooot gitu loooh?” Tapi cowok itu cuma nyengir sekilas, ngasih liat gigi depannya yang berjejer rapi.
“Biar loe bisa nyebut nama gw di mimpi.” Cowok gila!
ooOoo
Ujian smester udah lewat… yang paling nyedihin, liburannya pun udah lewat. Segerombolan anak kelas sepuluh ngumpul di depan kelasku.
“Ada apa?” tanyaku ke arah Shelly yang bertampang kuyu.
Hehehe… tau gak, dia udah putus lho sama Ezra. Aku tau, kejam banget berbahagia di atas penderitaan orang. Tapi, asyik kan? Jomblo rame-rame!
“Loe sih, kemaren kesiangan sampe nggak dibolehin masuk… jadi nggak tau kan ada anak baru lagi di kelas kita.”
“Namanya siapa?” tanyaku penasaran.
“Dia nggak mau nyebutin nama. Tiap ditanya, selalu ngehindar. Kelas kita kan nggak ada perkenalannya. Mana kemaren cuma upacara doang, jadi kita nggak tau namanya di daftar absen…”
“Tuh, dia tau nama gw!” Sosok tinggi mendadak muncul di depan hidungku, langsung menuding ke arahku.
Aneh, mendadak juga semua orang, termasuk Shelly pamit mundur dari hadapanku. Cuma ada dia. Oh, my God! Apa mungkin dia ke sini untuk balas dendam? Apa dia sejahat itu? Tapi di komik-komik kan sering muncul yang kayak gitu!
“Maaf! Maaf! Maaf!” seruku menyesal waktu Ksatria mendekat.
Mau meninjuku? Menyilet-nyilet mukaku? Aduuuh, jangan dong! Nggak disilet pun tampangku udah nggak laku…
“Ngucapin sesuatu tuh sekali aja! Bakal lebih terasa feeling-nya.”
Dia seperti mo ngebisikkin sesuatu di telingaku. Watchaaau, ini gilaaa meeen! Mendingan buru-buru cabut. Aku gak nyesel ngehindarin cowok seganteng apapun. Sekarang aku sudah nyadar, jomblo sejak lahir sampai waktunya tiba, gak masalaaah!
Aku yakin seyakin-yakinnya, Allah itu Maha Kasih. Dia tentu sudah merencanakan segalanya yang terbaik buatku.[]

Adzimattinur Siregar; lahir di Jakarta, 10 Februari 1990, penulis lima buku; Cover Boy Lemot; Cool…Man!; Amerika… Siapa Takut?; (Zikrul Hakim); Meski Pialaku Terbang (Gema Insani Press); dan Loving U (Cakrawala). Siswa kelas 1 SMAN 3 Depok, putri Pipiet Senja dan aktif juga di FLP (Forum Lingkar Pena).
[pernah dimuat di Majalah SOBAT Muda, edisi Juli 2005]
Baca Selanjutnya... »»  

Jangan Ada Cinta di Facebook!

Lah kok facebook lagi? Haduh-haduh! Jangan kaget gitu dong. Bagi pembaca setia buletin remaja gaulislam pasti tahu kalau kita udah pernah buat tema yang sama mengenai facebook. Ups! Meskipun demikian jangan menilai artikel ini monoton atau itu-itu aja. “Emang apanya yang beda?” ya beda lah kali ini kita nggak bahas facebook tapi kita bahas FB. “Lah sama aja itu sih!” haha bukan ding. Kali ini kita akan bahas facebook dari segi C.I.N.T.A.  “Kayak judul lagu?” nggak apa-apa ya? Heup! Serius donk! Kapan mulainya, nih!
Situs jejaring sosial facebook bisa dibilang semua orang udah familiar dengan situs ini. Penggunaan jejaring sosial di internet ini baru meningkat pesat di Indonesia pada tahun 2008 meninggalkan situs jejaring yang populer sebelumnya, Friendster. Wuihh fenomenal kan. Gimana nggak, tukang siomay aja punya akun facebook. Berdasarkan statistik pertumbuhan, pengguna facebook di Indonesia meningkat 645% sejak 2008 hingga 2010. Sebanyak 831.000 user di akhir tahun 2008. Meningkat pesat pada pertengahan tahun 2010 ini menjadi lebih dari 21 juta user. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan pengguna tertinggi di Asia dan hingga tahun 2010. Tumbuh tertinggi kedua di Asia setelah Malaysia.
Facebook memang situs asik yang mudah digunakan untuk bertukar pikiran. Namun, facebook atau yang popular disingkat FB juga banyak menuai masalah. Beberapa di antaranya berita penculikan yang berawal karena perkenalan melalui FB. Kasus pencermaran nama baik, kasus perzinaan. Tetapi belakangan si pelaku zina dapat keringanan hukuman karena mengaku melakuknnya atas dasar suka sama suka. Halah, tetep aja zina! Facebook juga sempat menjadi perantara kasus pemerkosaan, hingga pembunuhan telah terjadi hanya gara-gara situs jejaring sosial satu ini.
Ati-ati kalo ‘nongkrong’ di facebook
Bro en Sis, mudah saja bagi siapa pun untuk mengakses situs ini, dan memberi peluang untuk melakukan tindak kejahatan atau penyalah-gunaan yang melenceng dari fungsi sebenarnya. Dengan FB seseorang mudah menjadi siapa saja misalnya kita bisa menutupi kekurangan diri sendiri. Wajah yang PPD alias Pas Pasan Deh juga bisa kita make over. Pasang foto dengan gaya narcis (kayak di iklan kaos, tapi kaos lampu! Whuhaha..), mengedit foto menjadi lebih ganteng atau lebih cantik dari aslinya. Kita juga bisa menciptakan karakter yang berbeda. Contohnya nih, ada teman saya memiliki 3 buah akun facebook. Itu pun yang saya ketahui lho! Masing-masing akun memiliki karakter yang berbeda, bahkan saling bertentangan satu sama lain. Satu di antara ketiga akunnya berkarakter satanik atau penyembah setan. Tidak percaya Tuhan dengan memasang foto-foto menyeramkan namun di sisi lain pada akun lainya mimiliki profil islami. Sopan dan sholeh ini bisa di lihat dari info profil dan komentar-komentarnya di fitur status wall, “waduhhh kok bisa ya?” Dari contoh kecil tersebut kita dapat melihat fakta bahwa di situs jejaring sosial ini, kita mudah saja menjadi siapapun yang kita mau.
Jangan mudah jatuh cinta di facebook
Bro en Sis, di facebook juga saja muncul benih-benih cinta, lho. Maklum, namanya juga situs jejaring sosial, pasti dihuni oleh banyak orang. Itu artinya, ada peluang untuk saling berbagi informasi dan bukan mustahil jika saling menebar pesona dan akhirnya bertautlah hati di antara mereka. Tapi, apa iya kita begitu mudah percaya dan mau menjalin ikatan hati hanya karena si dia menarik hati dan mau peduli dengan kita? Jangan mudah percaya lho, siapa tahu itu adalah jebakan. Apalagi kalo kita nggak pernah tahu siapa dia sesungguhnya.
Khususnya buat para cewek nih. Kayaknya kaummu deh yang lebih mudah tergoda bujuk rayu kaum lelaki. Bukan gue bias gender. Tapi gue kasih tahu aja bahwa gue juga lelaki, tahu betul dah gimana akal bulusnya cowok kalo lagi kepengen. Hahaha… gue buka rahasai daleman cowok neh. So, nggak usah percaya kecuali ke gue (idih, narsis abis deh gue!). Bener, gals. Jangan mudah percaya kepada cowok yang belum pernah kamu tahu jati dirinya. Di facebook kan orang bisa jadi siapa aja dan apa aja. Ini informasi awal yang kudu diperhatikan banget. Kalo boleh membuat kaidah ushul, “hukum asal semua teman di facebook adalah patut diwaspadai karena berbahaya, kecuali setelah ada informasi bahwa teman tersebut orang baik-baik” (ehm.. jadi kayak intelijen dong ya. Hehehe…)
Masih inget pesan Bang Napi? Yup, “kejahatan bukan saja karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan”. Sementara kesempatan, seringnya datang dari kita sendiri. Maka, kita wajib ‘mempersenjatai’ diri agar tak mudah mengobral data diri, apalagi jatuh hati. Waspadalah!
Nih ada sedikit tips aman ber-facebook ria, hehe! Pertama, jangan mencantumkan info profil atau data diri di facebook terlalu lengkap apalagi sampai masalah-masalah privasi. Kasih gambaran umum aja. Bila perlu nomor telepon nggak ditulis lengkap. Jangan membuka diri terlalu jauh. Itu sebabnya, kamu perlu tahu fitur-fitur di facebook agar kamu terhindar atau diminimalisasi dari kejahatan orang lain. Meski tentu, itu tak berarti aman dan bebas aja. Siapa tahu, ada celah yang bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan. Jaga dirimu ye!
Kedua, jangan memasang foto-foto diri kamu yang sekiranya kamu sendiri nggak akan merasa nyaman foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Nggak maukan kalau fhoto kamu disalahgunakan orang lain untuk hal-hal yang tidak menyenangkan.
Ketiga, jangan sembarangan ‘add friend’ alias tambah teman atau melakukan approval alias mengkonfirm permintaan seseorang untuk menjadi teman kamu. Pilih-pilihlah dalam mengkonfirm teman pastikan kita sudah mengenalnya di dunia nyata atau lihat jumlah teman yang sama atau mutual friends-nya cukup banyak.
Keempat, yang sedang marak adalah akun FB yang di hack atau dibajak orang lain bahkan ada akun yang sama persis dengan akun milik kita namun disalah-gunakan untuk kepentingan pihak lain coba bayangkan kalau akun aspal (asli tapi palsu) kita digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan semisal meminjam uang ke pada teman kita, memaki-maki orang lain, membuat status wall dengan kata-kata kasar dan tidak senonoh wahh bakal marah-marah sendiri jadinya.  Jika terjadi hal tersebut jangan dibiarkan segera laporkan ke pengelola layanan untuk mencabut akun tersebut, atau meminta bantuan kepada kenalan yang kiranya faham dan bisa membantu.
Terus yang nggak kalah penting dan kudu waspada sesuai dengan judul artikel ini, facebook ternyata banyak digunakan sebagai ajang mencari jodoh atau istilah liberalisnya pacaran. Iddih ampun deh! Nggak tau apa kalo istilah pacaran ngak ada dalam Islam? Kalo bermesra-mesraan tanpa ikatan pernikahan itu haram? Kalau sudah terikat pernikahan pun tak selayaknya mengumbar kemesraan di muka monitor, eh di muka umum! Dan bagaimana hukum asal pergaulan antar lawan jenis dalam Islam? Hei-hei! Kalo pengen tahu ulasan tentang pergaulan antar lawan jenis silahkan baca di website gaulislam www.gaulislam.com salah satu judulnya “Pacaran? Nggak, Ah!”, hehe. (sstt.. itu tulisan gue. Busyet, narsis lagi dah gue!)
Islam udah mewanti-wanti tentang hubungan antar lawan jenis dengan firman Allah (yang artinya):”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isra [17]: 32)
Khusus masalah hubungan lawan jenis, facebook juga berpotensi mengikatkan jalinan hati para penggunanya, iyakan? So, mesti waspada! Apa lagi bagi sobat-sobat muda dalam masa puber. Sadar nggak sadar kita mudah tergoda dengan profil-profil yang kelihatanya amat meyakinkan, Halo-Halo! Aduh jadi flashback lagi dech ke masalah aturan antar lawan jenis. Intinya kita jangan mudah tergoda untuk melakukan kemaksiatan dimanapun bahkan di dunia maya. So, jangan ada cinta di Facebokk, hehe!
Buat kamu-kamu nih yang nggak mau pacaran karena sudah tahu itu nggak boleh dalam Islam, tapi sungguh-sungguh ingin cari jodoh kuncinya jangan mudah percaya dan tergoda yang belum jelas juntrunganya di dunia maya. Ada Alternatif kalau mau cari jodoh: Pertama, lewat orang yang kita kenal dan orang tersebut bisa dipercaya. Kedua, mencari sendiri tapi pastikan jati diri orang tersebut, harus yakin keberadaannya dan kebenarannya, jangan pake hawa nafsu ya! Ketiga, seleksilah tawaran dari orang yang tak kita kenal dan percayai.
Tentunya kita nggak ingin membuang waktu hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, seperti yang di jelaskan dalam firman Allah Swt. (yang artinya): Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS al-Ashr : 1-3)
Sekali lagi kita pastikan pada diri kita sendiri untuk tetap syar’i di manapun dan kapanpun. Gunakan facebook untuk hal-hal positif dan bermanfaat seperti berdiskusi tentang ilmu pengetahuan umum, tentang keislaman dan lain sebagainya. Bukan hanya sekedar update status yang berisi semua keluhan-keluhan yang nggak penting sama sekali untuk kemaslahatan umat.
So, tetap semangat dan tetap syar’i alias selalu merujuk kepada syariat Islam. Selain itu, jangan mudah jatuh hati dan kelilit cinta di facebook. Jangankan di dunia maya, di dunia nyata aja banyak penjahatnya. Siapa tahu itu jebakan yang bakal merugikan kita di kemudian hari. Bener. Nggak seru dong kalo tiba-tiba nama kamu muncul di media massa sebagai korban kejahatan. Naudzubillahi min dzalik [dimuat di Buletin Remaja gaulislam edisi 145, 2 Agustus 2010]
Baca Selanjutnya... »»  

Tak Mau Jadi Pejabat

Sering kita lihat seseorang (dan keluarganya) yang melonjak-lonjak ketika mendapat berita bahwa dirinya akan menjabat suatu jabatan pemerintahan. Padahal jabatan adalah amanah. Dan amanah harus dijaga agar tak dikhianati. Salah satu cara untuk mencegah pejabat berkhianat adalah dengan menguatkan keimanan para calon pejabat. Sebelum menjabat, seorang pejabat (khususnya pejabat yang terkait uang) harus diingatkan bahwa Allah SWT akan membalas setiap pengkhianatan. Jika di dunia lolos dari pengadilan manusia, maka tidak akan ada yang lolos dari pengadilan Allah.
Sobat, karena penguatan iman ini, banyak sahabat Rasulullah yang khawatir terjerumus ke perbuatan haram, tidak mau menerima jabatan. Salah satunya adalah Abu Mas’ud al-Anshariy. Nah beginilah Abu Mas’ud menceritakan kisahnya…
Rasulullah saw pernah mengangkatku sebagai petugas pengumpul zakat.
Beliau bersabda, “Hai Abu Mas’ud, berangkatlah, semoga pada hari kiamat kelak aku tidak akan mendapatimu datang dalam keadaan punggungmu memikul seekor unta shadaqah yang meringkik-ringkik, yang kau curangi.”
Aku menjawab, ”Jika demikian, aku tidak berangkat!”
Beliau menyahut, ”Aku tidak memaksamu.”
Seandainya saja, setiap calon pejabat selalu diingatkan terhadap pengawasan Allah, diingatkan bahwa tidak ada sedikitpun kesempatan baginya untuk menerima suap, maka tak banyak yang mau jadi pejabat.[]
Baca Selanjutnya... »»  

Kemitraan Menyeluruh, atau Penjajahan Menyeluruh?

Rencana kunjungan Obama kini bukan desas-desus lagi. Apalagi setelah Obama menyampaikan janjinya mengunjungi Indonesia saat berpidato pada Debat Umum ke-65 Sidang Majelis Umum PBB di New York, September lalu. Setelah batal dua kali, Obama menyatakan dirinya akan mengunjungi negeri yang pernah menjadi tempat tinggalnya sejak kecil ini pada bulan November 2010.
Menurut Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk AS, yang tampaknya justru lebih sering menjadi juru bicara tidak resmi negara adidaya itu, Barrack Obama akan berkunjung ke Indonesia dalam perjalanannya mengikuti KTT APEC di Seoul. Menurutnya, Obama akan berada di Indonesia selama dua hari satu malam. “Yang pasti akan ada jamuan kenegaraan oleh Presiden Yudhoyono,” katanya. Mengenai substansi, Dino mengatakan kedatangan Presiden Obama nanti pada intinya akan dimanfaatkan sebagai gong terbentuknya Kemitraan Menyeluruh (comprehensive partnership) antara Indonesia dan Amerika Serikat (antaranews.com).
Konsep kemitraan menyeluruh itu pertama kali diluncurkan saat Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, melakukan kunjungan ke Jakarta pada Februari tahun lalu. Konsep tersebut sudah mulai berjalan dan pada September ketika Menlu Hillary Clinton serta Menlu Marty Natalegawa di Washington DC meluncurkan Komisi Bersama Indonesia-AS untuk menjalankan Kemitraan Menyeluruh. Komisi Bersama tersebut diikuti dengan dibentuknya Rencana Aksi Kemitraan AS-Indonesia, yang mencakup kerja sama kedua negara di bidang politik, keamanan, ekonomi, pembangunan, sosial, budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi (antaranews.com)..
Namun istilah Kemitraan Menyeluruh ibaratnya hanya akal bulus pemerintah AS saja. Indonesia kenyataannya lebih banyak dikelabui dalam setiap kesepakatan atau perjanjian. Sebagai contoh, kerjasama bidang ekonomi yang salah satu realisasinya adalah memperpanjang kontrak kerja Freeport di Papua yang akan berakhir tahun 2011 namun kemudian diperpanjang di masa pemerintahan presiden saat ini. Pada faktanya kekayaan emas berlimpah di bumi Papua dirampok habis-habisan oleh AS. Belum lagi soal eksplorasi Uranium (bahan nuklir) yang sudah berlangsung berbulan-bulan lamanya padahal belum ada kesepakatan apapun. Menanggapi hal ini, pemerintah Indonesia toh cuma diam. Bahkan presiden yang biasanya berkomentar untuk masalah sepele, seolah membutakan diri dalam persoalan kezhaliman AS di Papua. Di bidang keamanan, Indonesia toh mau saja diminta untuk menangkap dan memenjarakan tokoh ulama seperti Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang berani berbicara lantang memperjuangkan Syari’ah Islam dan menentang kezhaliman AS. Belum lagi penangkapan-penangkapan orang-orang muslim yang belum tentu bersalah, dengan tembak langsung tanpa pembelaan.
Di bidang media, AS memperkenalkan majalah Playboy versi Indonesia, yang hingga kini tidak pernah dibredel. Atas nama demokrasi dan kebebasan berekspresi, UU pornografi akhirnya tidak mempunyai taji untuk mencegah orang-orang keji seperti pelaku video mesum Ariel,_Luna dan Cut Tari. Padahal puluhan pelaku pemerkosaan anak mengakui melakukan perkosaan sesudah menonton video mesum tersebut.
Dengan program-program yang menyangkut kerjasama bidang demokrasi-masyarakat madani, AS telah menargetkan profil masyarakat Indonesia menjadi masyarakat tak beridentitas. Jauh dari profil kaum muslimin. Hilang kehormatan sebagai manusia beradab, karena membiarkan kekejian terus berlangsung. Akhirnya masyarakat ini akan menjadi kumpulan masyarakat yang tunduk pada keinginan AS, membiarkan kekayaan alamnya dirampok, tidak membela ketika ada saudara sesama muslim difitnah dan disakiti. Maka kerjasama ini sejatinya tidak menunjukkan kemitraan sama sekali, namun lebih kepada perjanjian untuk menjadi kacung-kacung atau jongos  yang setia. Sebuah Neokolonialisme Menyeluruh.[]
Baca Selanjutnya... »»  

Pembebasan Yerusalem

Surat dari Panglima Besar Abu Ubaidah bin al-Jarrah pun diterima oleh Amirul Mukminin Umar bin Khaththab. Umar segera bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya. Utsman bin Affan berpendapat untuk tetap meneruskan pertempuran, sedang ‘Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa Amirul Mukminin harus pergi ke Yerusalem.
Khalifah Umar bin Khaththab menerima pendapat Ali.  Khalifah Umar kemudian pergi ke Masjid Nabawi, melaksanakan shalat empat rakaat dan pergi ke makam Rasulullah saw dan Abu Bakar, dan menyampaikan salam kepada keduanya. Selanjutnya beliau mewakilkan kepemimpinan sementara Negara Khilafah kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ’anhuma.
Khalifah Umar meninggalkan kota Madinah diiringi tatapan mata penduduk Madinah. Khalifah Umar mengendarai seekor unta yang membawa dua karung, satu berisi gandum, satu lagi berisi kurma. Di depan tempat duduk Umar terdapat sekantong air minum sedang di belakang beliau terdapat sebuah kantong berisi roti. Khalifah Umar mengendarai untanya dengan mengenakan sehelai baju yang mempunyai empat belas tambalan, beberapa tambalan di antaranya terbuat dari kulit.
* * *
Ketika Amirul Mukminin ‘Umar bin Khaththab tiba di Yerusalem, pasukan Muslim bersorak sorai  dan berteriak keras, ”Laa ilaaha illallaah! Allaahu akbar!
Berita kedatangan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab pun sampai ke telinga Pendeta Xeverinus.
Abu Ubaidah maju ke depan dan berteriak, ”Wahai penduduk Yerusalem! Pemimpin kami telah tiba. Apa yang kan kalian lakukan berkaitan dengan pengakuan kalian?”
Pendeta Xeverinus meninggalkan gerejanya diiringi banyak orang.
Ia memanjat dinding benteng dan memandang ke arah Abu Ubaidah.
Abu Ubaidah berkata, ”Amirul Mukminin, yang tidak ada lagi pemimpin di atasnya telah tiba.”
Pendeta Xeverinus menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Amirul Mu`minin Umar bin Khaththab.
Khalifah Umar hendak menemui pendeta tersebut, tapi langkahnya dihentikan oleh beberapa orang sahabat. Mereka berkata, ”Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau akan pergi sendirian tanpa senjata dan memakai pakaian yang penuh tambalan ini? Kami khawatir jika mereka mengkhianati atau menipumu.”
Maka Khalifah Umar menjawab dengan menyitir ayat al-Qur`an:
”Qul lan yushiibanaa illaa maa kataballaahu lanaa Huwa maulaanaa wa ’alaallaahi falyatawakkalil mu`minuun.”
[Katakanlah, ’Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.] (TQS. At-Taubah [9]: 51).
Khalifah Umar pun menaiki untanya dengan mengenakan pakaian yang penuh tambalan dan mengikat kepalanya dengan sepotong kain. Tidak ada yang mengawal beliau, kecuali Abu Ubaidah, itu pun hanya sampai di dekat dinding benteng, kemudian Abu Ubaidah berdiri di sana.
Pendeta Xeverinus memandangi Khalifah Umar bin Khaththab secara seksama.
Ternyata sang pendeta lansung mengenali beliau dan berkata kepada penduduk Yerusalem, ”Buatlah perjanjian dan kesepakatan dengannya, karena sungguh dia adalah sahabat Muhammad bin Abdullah.”
Kemudian penduduk Yerusalem pun membuka pintu gerbang benteng dan segera menemui Khalifah Umar bin Khaththab.
Melihat kejadian ini, Khalifah Umar menyampaikan pujian kepada Allah, merendahkan diri di hadapanNya, serta membungkukkan badannya di atas punggung untanya.
Kemudian beliau turun dari punggung untanya dan berkata kepada orang-orang Yerusalem, ”Kembalilah kalian ke kota kalian. Kalian akan mendapatkan perjanjian damai dan jaminan keamanan bila kalian menghendakinya serta bersedia membayar jizyah.”
Penduduk Yerusalem pun kembali ke kotanya tanpa menutup pintu gerbangnya. Sementara Khalifah Umar kembali ke pasukannya dan menghabiskan malam bersama mereka.
Baca Selanjutnya... »»  

Prancis Pertahankan Ketelanjangan dengan Larangan Burqa

Siapa yang belum mengenal Prancis sebagai negara liberal? Presiden Prancis Nicholas Sarcozy terkenal menganut seks bebas dan penyuka eksploitasi tubuh perempuan. Istri Sarcozy, Carla Bruni mantan model telanjang, Ibu negara Prancis adalah pelaku pornoaksi yang terkenal di dunia internasional.
Bergulirnya larangan burqa di Prancis menandai kenyataan makna demokrasi, liberalisme dan hak asasi manusia yang hanya omong kosong. Sesungguhnya makna liberal bukanlah kebebasan masing-masing individu terhadap pendapat yang diyakini benar. Liberal adalah pemikiran yang “mengharuskan” masyarakatnya untuk tidak tunduk pada agama.
Ketika demokrasi dimaknai oleh sekumpulan manusia sebagai hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, ternyata tidak sedikit masyarakat Eropa yang memandang agama Islam sebagai jalan hidup terbaik. Tak heran bila saat ini terjadi gelombang Islamisasi besar-besaran di Eropa.
Wanita-wanita Eropa mulai muak dengan ide kebebasan yang merusak fithrah manusia, menghancurkan keluarga dan membunuh masa depan generasi. Banyak di antara mereka yang menjadi muslimah dan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh auratnya sebagai bukti keimanan dan ketaqwaan mereka.
Sebagai contoh, tahun lalu Koran terkemuka Inggris Daily mencatat sekitar 5.200 orang di Inggris memilih Islam. Salah satunya adalah adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair. Saat ini di Prancis sendiri, tercatat sekitar 2000 muslimah mengenakan burqa.
Langkah pemerintah Prancis yang menetapkan larangan burqa ini tampak sebagai kebijakan panik negara liberal untuk mengantisipasi arus Islamisasi di Prancis dan ketertarikan perempuan-perempuan Prancis untuk menjadi muslimah. Bila perempuan Prancis lebih suka berpakaian ala wanita muslim, maka ini menjadi ancaman bagi ketelanjangan yang menjadi ikon mode ala liberalisme Prancis.
Dengan penduduk Muslim 3,5 juta orang, Prancis menjadi negara kedua di Eropa, setelah Belgia yang melarang penggunaan burqa. Larangan ini sudah diprediksi bakal merembet ke Jerman, Inggris dan Spanyol. (republika.co.id, 11/4/2011).
Namun kebijakan yang dianggap provokatif oleh sebagian warganya ini kelak akan menuai ancaman besar kejatuhan ideology sekuler, karena membuka kebohongan dan kebobrokan nilai-nilai demokrasi, liberalisme dan Hak Asasi Manusia itu sendiri.
Baca Selanjutnya... »»  

Kenapa tak Boleh Merayakan Valentine’s Day?

Asslmwrwb. Saya mau tanya ttg Valentine. Bukankah Islam juga mengajarkan kasih sayang. Dalam valentin juga terdapat ucapan saling sayang, terus kenapa valentine gak boleh buat orang Islam?
Dari 0852-302-84-xxx
Wa’alaykum salam warahmatullah wabarakatuh
Berkasih sayang adalah bagian dari ajaran Islam. Bukankah Allah SWT. sendiri punya nama ar-Rahman yang artinya Maha Penyayang? Sebagai muslim, kita diperintahkan untuk kasih sayang pada sesama muslim, dan sesama mahluk. Bahkan kepada binatang saja kita dianjurkan untuk tidak menyiksanya.
Tapi berkasih sayang dalam Islam ada aturannya. Misalnya, tidak boleh berkasih sayang dalam rangka merayakan Valentine, karena memang V-day itu hari raya umat musyrik, bukan bagian dari ajaran Islam. Haram bagi kita turut memperingatinya.
Jika kita mau berkasih sayang, maka kesempatannya amat luas. Setiap hari kita diperintahkan berkasih sayang, tidak perlu menunggu 14 Febuari.
Lagipula, maraknya V-Day adalah bagian dari perang pemikiran yang dilancarkan imperialis Barat terhadap pemuda muslim. Tujuannya agar akidah mereka rusak, dan pergaulan bebas merebak. Bila adik perhatikan, V-day sering dirayakan dengan ikhtilat (campur baur pria-wanita) bahkan dilanjutkan dengan perzinaan.  Na’udzubillahi min dzalik. Yuk jaga diri kita dari pengrusakan Barat ini.[]
Baca Selanjutnya... »»  

Usai Shalat Jangan Langsung Kabur

Biasanya anak-anak kalau shalat, usai mengucapkan salam, langsung saja kabur, tidak berdzikir, tidak pula berdoa. Namun tak jarang pula orang dewasa setelah shalat, langsung berpindah dari tempatnya shalat, berpindah ke bagian lain dari masjid. Bukan tidak boleh, namun sayang, karena seseorang yang shalat berjama’ah di masjid, kemudian ia tidak berpindah dari tempat shalatnya akan didoakan oleh para malaikat selama ia belum berhadas.
Sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra. Mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda, “Para malaikat senantiasa mendoakan kamu selama kamu masih berada di tempatmu shalat dan belum berhadas.  (Doanya) ‘Ya Allah! Ampunilah kiranya dia dan limpahkan kasih sayang kepadanya!’
Seseorang kamu senantiasa dianggap seperti dalam shalat, selama dia masih menunggu dan tidak ada yang menghalanginya (pulang ke rumahnya) menemui keluarganya melainkan hanya karena (menunggu) shalat.”
Jadi, usai shalat, jika tidak ada kepentingan yang sangat genting, jangan langsung kabur atau berpindah tempat. Minimal berdzikirlah sejenak dan berdoalah kepada Allah. Semoga Allah mengampuni dan menyayangi kita. Amin.
Baca Selanjutnya... »»  

Liputan Khusus Diskusi Aktual “Nuklir Iran: Kenapa AS, Israel, dan Inggris Sewot?”

Ngobrol bareng soal politik tetap menarik. Tak membuat kening berkerut jika disampaikan dengan ringan dan menghibur. Diskusi Aktual setiap pekan yang digelar MediaIslamNet dan Pesantren Media ini memang dikhususkan untuk konsumsi orang awam. Namun demikian, tetap tidak menghilangkan bobot informasi yang dipaparkan dan diskusi yang digelar. Diskusi pada 23 November 2011 lalu mengambil tema “Nuklir Iran” yang direspon secara berlebihan (dan lebih tepat disebut reaktif) oleh Amerika Serikat, Israel dan Inggris. Tiga negara ini tampak sewot dan meradang dengan rencana pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
“Menarik disimak dari dua sisi, sikap AS-Israel dan Inggris terhadap nuklir Iran,” demikian Ustadz Umar Abdullah membuka diskusi. Moderator tetap dalam diskusi aktual ini juga memberikan penekanan bahwa sikap Amerika Serikat terhadap Iran ini perlu diwaspadai. Bisa iya bisa tidak. Maksudnya, masih ada unsur tipu-tipu. Bisa saja berangnya Amerika Serikat itu benar, bisa juga pura-pura. Demikian juga dengan Iran.
Ustadzah Latifah Musa, penulis tetap untuk rubrik Editorial di website MediaIslamNet.com dan juga pengasuh rubrik yang sama di Majalah Udara Voice of Islam memberikan tambahan penjelasan tentang misteri politik Iran. “AS dalam hubungannya dengan Iran, selalu menyimpan sesuatu yang tak pernah dipaparkan secara gamblang, alias ada yang disembunyikan. Skandal Iran-Contra,  Misi Rahasia CIA, Iranian Gate, menunjukkan bahwa apa yang di permukaan bukanlah yang sebenarnya. Sesumbar embargo senjata AS, menutupi skandal kesepakatan di baliknya,” jelas Ustadzah Latifah Musa.
Setelah menyampaikan sedikit prolog, seperti biasa Ustadz Umar Abdullah mempersilakan peserta diskusi untuk bertanya atau memberikan opini terkait permasalahan yang sedang dibahas. Abdullah, peserta diskusi dari kalangan anak-anak (kelas 4 program homeschooling) mengajukan pertanyaan, “Kenapa Indonesia tidak boleh memiliki nuklir?” Dilanjut pertanyaan dari Fatimah, siswi kelas 6 SD yang juga kakaknya Abdullah, “Kenapa Amerika, Israel dan Inggris harus sewot dengan Iran yang ingin mengembangkan senjata nuklir?” Pertanyaannya memang sesuai dengan pokok diskusi aktual pekan tersebut.
Selain Fatimah dan Abdullah yang mengajukan pertanyaan, dari kalangan santri Pesantren Media ada Farid yang bertanya sedikit berbeda konteks, yakni, “seperti apa hubungan antara Iran dan Yahudi?” Junnie Nishfiyanti yang juga sebagai Koordinator Narasumber Program Voice of Islam mengajukan pertanyaan, “Seberapa besar sih cadangan uranium yang dimiliki Iran? Sampai-sampai Amerika, Israel dan Inggris meradang?”
Empat pertanyaan ini sudah cukup menggambarkan antusiasme peserta diskusi terhadap tema yang dibahas. Ustadz Umar Abdullah melemparkan kembali kepada peserta diskusi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Saya sendiri sesekali saja berkomentar karena harus berbagi perhatian mencatat poin-poin penting yang disampaikan dalam diskusi ini. Umumnya saya menyampaikan data-data tambahan seputar nuklir, Iran dan sepak terjang Amerika Serikat, Israel dan Inggris di Timur Tengah, khususnya kebijakan politik mereka untuk Iran dan Timur Tengah pada umumnya. Termasuk dalam hal ini adalah soal nuklir. Data yang saya sampaikan adalah dari hasil searching di internet yang selama diskusi sinyal wireless tak saya putuskan sambil menulis hal-hal penting lainnya untuk bahan penulisan laporan ini.
Untuk menjawab pertanyaan Abdullah, Ustadzah Latifah Musa menyampaikan bahwa, “Pemerintah belum siap. Khawatir kebocoran karena Indonesia adalah kawasan rawan gempa. Selain itu masyarakat juga menolak. Belum siap. Pengembangan nuklir memang perlu kebijakan negara. Sementara pemerintah tidak memiliki kemandirian dalam kebijakan, terutama masalah nuklir.”
Pandangan sedikit berbeda disampaikan Ustadz Umar Abdullah,  “Ya, ini karena juga diopinikan di tengah masyarakat bahwa energi nuklir itu berbahaya. Fakta yang disodorkan adalah seperti pada reaktor nuklir Fukushima, Jepang awal tahun ini yang meledak setelah tsunami melanda Jepang,” paparnya.
Selain itu, Ustadz Umar Abdullah juga memberikan tambahan penjelasan bahwa sebenarnya penelitian-penelitian tentang nuklir sudah ada sejak jaman pemerintahan Soeharto, seperti didirikannya BATAN (Batan Tenaga Atom Nasional). Masalahnya, menurut beliau, Indonesia menandatangani perjanjian nonproliferasi nuklir.
Dalam catatan di Wikipedia, Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (bahasa Inggris: Nuclear Non-Proliferation Treaty) adalah suatu perjanjian yang ditandatangi pada 1 Juli 1968 yang membatasi kepemilikan senjata nuklir. Sebagian besar negara berdaulat (ada 187 negara) mengikuti perjanjian ini, walaupun dua di antara tujuh negara yang memiliki senjata nuklir dan satu negara yang mungkin memiliki senjata nuklir belumlah meratifikasi perjanjian ini. Perjanjian ini diusulkan oleh Irlandia dan pertama kali ditandatangani oleh Finlandia. Pada tanggal 11 Mei 1995, di New York, lebih dari 170 negara sepakat untuk melanjutkan perjanjian ini tanpa batas waktu dan tanpa syarat. Perjanjian ini memiliki tiga pokok utama, yaitu nonproliferasi, perlucutan, dan hak untuk menggunakan teknologi nuklir untuk kepentingan damai.
Menjawab pertanyaan Fatimah, Ustadz Umar Abdullah menyampaikan bahwa sewotnya Amerika dan Inggris (termasuk Israel) karena mereka takut tersaingi. Maklum, yang boleh menggunakan senjata nuklir hanya 5 negara. Jika benar dengan sewotnya mereka terhadap rencana Iran mengembangkan senjata nuklir.
Sekadar tahu saja bahwa Perancis (masuk tahun 1992), Republik Rakyat Cina (1992), Uni Soviet (1968, kewajiban dan haknya diteruskan oleh Rusia), Britania Raya (1968), dan Amerika Serikat (1968). Hanya lima negara ini yang memiliki senjata nuklir saat perjanjian ini mulai dibuka, dan juga termasuk lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Lima negara pemilik senjata nuklir (Nuclear Weapon States / NWS) ini setuju untuk tidak mentransfer teknologi senjata nuklir maupun hulu ledak nuklir ke negara lain, dan negara-negara non-NWS setuju untuk tidak meneliti atau mengembangkan senjata nuklir. Nah, itulah sebabnya Indonesia tak bisa memiliki senjata nuklir karena terikat perjanjian non-proliferasi nuklir. “Ini memang cara AS dan empat negara NWS itu untuk tidak tersaingi oleh negara lain dalam kepemilikan senjata nuklir,” tegas Ustadz Umar Abdullah.
Dalam catatan Wikipedia, kelima negara NWS telah menyetujui untuk tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara non-NWS, kecuali untuk merespon serangan nuklir atau serangan konvensional yang bersekutu dengan negara NWS. Namun, persetujuan ini belum secara formal dimasukkan dalam perjanjian, dan kepastian-kepastian mengenainya berubah-ubah sepanjang waktu. Amerika Serikat telah mengindikasikan bahwa mereka akan dapat menggunakan senjata nuklir untuk membalas penyerangan non-konvensional yang dilakukan oleh negara-negara yang mereka anggap “berbahaya”.
Mantan Menteri Pertahanan Inggris, Geoff Hoon, juga telah menyatakan secara eksplisit mengenai kemungkinan digunakannya senjata nuklir untuk membalas serangan seperti itu. Pada Januari 2006, Presiden Perancis, Jacques Chirac menerangkan bahwa sebuah serangan teroris ke Perancis, jika didalangi oleh sebuah negara, akan memicu pembalasan nuklir (dalam skala kecil) yang diarahkan ke pusat kekuatan “negara-negara berbahaya” tersebut.
Pada kesempatan berikutnya, Ustadzah Latifah Musa mencoba menjawab pertanyaan Junnie Nishfiyanti, dengan menyampaikan bahwa, “Iran memiliki SDA minyak dan gas, termasuk uranium, dan Iran memilih mengeksplorasi uranium untuk nuklir.”
Seberapa besar? Cukup besar. Berdasarkan data yang dilansir (suaramedia.com), sumber utama uranium Iran adalah tambang Saghand di tengah Iran, yang memiliki kapasitas produksi 132.000 ton bijih uranium per tahun.
Tambang yang terletak sekitar 300 mil (480 kilometer) sebelah selatan Teheran tersebut terdiri dari sebuah terowongan terbuka yang berisi cadangan minimal dan sebuah tambang yang dalam. Total cadangan bijih uranium di tambang tersebut diperkirakan mencapai 1,73 juta ton. Iran juga memiliki cadangan uranium berkapasitas lebih kecil di sebelah selatan kota pelabuhan Bandar Abbas.
Di kawasan tersebut, sebuah kincir angin diyakini dipergunakan untuk mengolah uranium mentah menjadi konsentrasi bijih uranium yang dikenal dengan istilah “kue kuning”. Iran mengumumkan penemuan lokasi cadangan uranium baru pada tahun 2006 di tiga lokasi di pusat Khoshoomi, Charchooleh, dan Narigan.
Diskusi yang diselingi dengan hilir-mudiknya anak-anak Ustadz Umar di forum sempat mengganggu konsentrasi peserta diskusi, termasuk saya yang harus mencatat informasi. Namun demikian, diskusi masih bisa terkendali. Inilah uniknya diskusi aktual yang digelar MediaIslamNet dan Pesantren Media setiap pekannya: unik, menghibur, cair, tanpa kehilangan bobot pembahasan dan solusinya.
Suguhan informasi ini memberikan tambahan wawasan bagi peserta diskusi, khususnya para santri Pesantren Media yang sedang belajar menimba ilmu. Mereka asik menyimak dan sesekali menimpali dengan pertanyaan spontan sambil ditemani teh manis dan jagung rebus. Ini baru diskusi menarik, karena ilmu dapet, juga perut kenyang. Lain kali, menu untuk menemani diskusi ditambah agar lebih asik. Hehehe.. ini sih usulan saya yang rasanya mulut gatal jika tidak ngemil.

Apa pentingnya membahas soal ini?
Tinggal tersisa satu pertanyaan yang belum dijawab, yakni pertanyaan dari Farid soal hubungan Iran dengan Yahudi. Untuk menjawab pertanyaan ini, Ustadz Umar kemudian memaparkan faktanya, “Di Iran setidaknya ada lebih dari 25.000 kaum Yahudi. Termasuk terbesar yang tinggal di luar Israel. Harus dibedakan antara kaum Yahudi dengan Zionis Israel.”
Saya yang penasaran akhirnya memutuskan surfing di dunia maya, khususnya melalui Google. Ya, benar. Bahwa di Iran ada puluhan ribu penduduk Yahudi. Mereka aman di sana. Bahkan mereka menolak pindah ke Israel. Ketika pemerintah Israel merencanakan untuk membayar keluarga Yahudi Iran yang mau pindah ke Israel sebesar $ 60,000, masyarakat Yahudi Iran mengecamnya dengan pernyataan: “Identitas Yahudi Iran tidak bisa dibeli dengan uang. Masyarakat Yahudi Iran adalah termasuk penduduk Iran tertua. Yahudi Iran mencintai identitas dan budaya Iran mereka. Jadi ancaman dan rayuan politis kekanakan semacam ini tidak akan berhasil.”
Apakah karena fakta ini pula, Iran tak pernah benar-benar mewujudkan ancamannya menyerang Israel? “Iran, sejak 2004 lalu sampai kini tak pernah membuktikan ancamannya untuk menyerang Israel yang sering digembar-gemborkannya kepada dunia,” Ustadz Umar Abdullah mengemukakan pendapatnya.
Ustadzah Latifah Musa ikut berkomentar namun dengan nada memancing logika dan pemahaman peserta diskusi, “Jadi seriuskah AS-Inggris-Israel? Terhadap Iran pun, muncul banyak pertanyaan: Seriuskah Iran? Bukankah  ancaman tersebut juga telah disampaikan beberapa tahun yang lalu? Mengingat kasus skandal Iran-Contra, yang diduga kuat mempertemukan antara pemangku politik tertinggi Iran saat itu dengan Pejabat Tinggi AS dan CIA, bagaimana strategi politik Iran terkini? Fakta yang memunculkan keraguan terhadap Presiden Iran sekarang, yaitu Mahmoud Ahmadinejad, banyak diungkapkan oleh media massa yang rajin menyampaikan info berita Islam seperti: Eramuslim.com, Republika.co.id, Hidayatullah.com, Voice Of al-Islam, dan lain-lain,” demikian penjelasan Ustadzah Latifah Musa yang ingin menegaskan bahwa Iran pun sebenarnya punya problem mendasar ketika harus berhadapan dengan Israel dan Amerika Serikat dengan pengalaman politik masa lalunya.
Sebagai kesimpulan, nampaknya Amerika dan Inggris kemungkinan besar tak akan serius mewujudkan ancamannya menyerang Iran. Begitu juga dengan Iran yang sering bersikap ganas sebagai negara yang ‘berani’ mengancam Israel. Iran diyakini kuat tak akan mewujudkan ancamannya. Selain karena politik di antara negara tersebut yang masih menyimpan misterius karena kepentingan-kepentingan tertentu juga jika pun diwujudkan maka dampak serangan (mungkin akan melibatkan senjata nuklir) akan memicu perang dahsyat dan menyeret banyak negara.
Pentingkah masalah ini dibahas dan didiskusikan? Penting. Setidaknya agar kaum muslimin tahu dan bisa bersikap dengan jelas. Kekaguman sebagian kaum muslimin kepada penguasa Iran karena dinilai berani berhadapan dengan Amerika, sejatinya sarat dengan kepentingan kedua negara tersebut. Begitupun sikap Iran kepada Israel masih perlu diuji lagi karena selama ini Iran seperti hanya memberikan angan-angan kosong kepada kaum muslimin yang sudah merasa muak dengan sepak terjang zionis Israel atas Palestina.
Dalam kaitannya dengan hal ini, Ustadz Umar Abdullah mengungkapkan bahwa dalam sejarahnya—kebetulan saat ini Syiah mayoritas di Iran—punya hubungan dekat dengan Yahudi sejak lama. Entah Syiah dari sekte yang mana yang ada di Iran saat ini. Sebab, kaum Syiah khususnya di Mesir (Fatimiyah) juga berperan dalam ‘merongrong’ kekhalifahan Bani Abasiyah.”
Melengkapi pernyataan ini, saya mendapatkan data di eramuslim.com bahwa pendiri Syiah, Abdulah bin Saba, merupakan seorang Yahudi dari Yaman. Dalam perang salib, kerjasama antara Syiah dengan pasukan salib juga terjadi. Alkisah, ketika Paus Urbanus II menggelorakan perang salib di Eropa, ketika pasukan-pasukan salib tengah direkrut di Eropa sebelum memulai perjalanan untuk merebut Yerusalem, pasukan Syiah Fatimiyah terlebih dahulu menyerang Yerusalem dan membantai umat Islam Sunni Bani Abbasiyah yang menguasai kota suci itu. Yerusalem jatuh ke tangan Syiah Fathmiyah setahun sebelum kedatangan tentara salib pada tahun 1099.
Carole Hillenbrand, Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab di University of Edinburgh, dalam bukunya yang tebal berjudul “Perang Salib: Sudut Pandang Islam” (1999, mendapat ‘The King Faisal International Prize for Islamic Studies’) menuliskan hal itu. Menurut Hillenbrand, pasukan Syiah Fathimiyah sesungguhnya telah bekerjasama merebut Yerusalem dari tangan Bani Abbasiyah yang sunni, dan pertempuran yang terjadi tatkala pasukan salib pimpinan Godfroi de Bouillon mendatangi gerbang Yerusalem tahun 1099 sebenarnya hanya berada di tingkat akar rumput saja guna menghilangkan aroma konspirasi tingkat tinggi itu.
Pertautan garis keras syiah Iran dengan komunis Rusia dan juga Cina, bisa saja terjadi. Dalam “pergaulan” tingkat tinggi, isme-isme selain Islam sesungguhnya merupakan ciptaan mereka juga. Revolusi Bolsyewik yang dipimpin Lenin-Stalin ternyata juga didanai oleh Yahudi dan Amerika. Kakeknya George W Bush terlibat dalam hal ini. Jadi, baik Marxis maupun kapitalisme sebenarnya memiliki induk yang sama, yakni Yahudi.
Penjelasan tambahan dari Ustadz Umar Abdullah dan sedikit tambahan referensi dari saya menutup liputan khusus Diskusi Aktual “Nuklir Iran: Kenapa AS, Israel dan Inggris Sewot?”. Kesimpulan yang berhasil dirumuskan dalam diskusi ini adalah: meskipun AS, Israel, dan Inggris nampak sewot kepada Iran, tapi kecil kemungkinannya mereka akan mengeroyok Iran. Terlalu berisiko bagi kelanjutan hubungan politik di antara mereka. Begitupun dengan Iran, ghalabatuzh zhan (sangkaan kuatnya) tak akan (pernah) berani mewujudkan ancamannya menyerang Israel. Mungkin karena hubungan dekatnya selama ini dengan komunitas Yahudi di negaranya atau juga demi kepentingan politik lainnya yang masih tersembunyi.
Lalu bagaimana dengan kaum muslimin saat ini? Mari kita lihat ‘sandiwara’ antara Iran, Amerika Serikat, Inggris, dan Israel soal nuklir ini dari jauh sambil menyeruput kopi (sedikit) pahit di sore yang cerah ditemani goreng singkong yang asapnya masih mengepul.
Baca Selanjutnya... »»  

Rabu, 07 Desember 2011

Video Tolak Kedatangan Obama Ke Indonesia

Baca Selanjutnya... »»  

Meraih Cinta Ilahi

Muslim manapun tentu amat berharap dapat meraih cinta suci Allah Rabbul ‘Izzati. Masalahnya, tak setiap Muslim benar-benar mewujudkan harapannya itu dengan sungguh-sungguh meraih cinta-Nya yang sejati. Sering harapannya itu hanya terbersit di lubuk hati dan sekadar terucap di ujung lisan, tidak sampai termanifestasikan dalam perbuatan. Padahal meraih cinta—apalagi cinta suci Ilahi—tentu mengandung konsekuensi dan butuh pembuktian, bukan sekadar klaim dan angan-angan. Lalu apa konsekuensi dan pembuktiannya?
Allah SWT sendiri menjawab pertanyaan ini dengan berfirman (yang artinya): Katakanlah (Muhammad), “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Dia akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang (TQS Ali Imran [3]: 31).
Ayat ini turun saat orang-orang Yahudi mengklaim di hadapan Baginda Nabi SAW, “Kami adalah anak-anak Allah dan para kekasih-Nya.”
Manakala mereka mengklaim demikian, Allah SWT menyuruh kekasihnya, Baginda Rasulullah, untuk menyatakan kepada mereka, “Kalau memang begitu, ikutilah aku.”
Sebagai ‘imbalannya’, Allah SWT pun akan mencintaihamba yang mencintai Dia, sekaligus mengampuni dosa-dosanya (Lihat: Muhammad ‘Alan ash-Shiddiqi, Dalil al-Falihin li ath-Thuruq Riyadh ash-Shalihin, II/213).
Dengan demikian, cinta sejati Allah Yang Mahasuci akan kita raih semata-mata jika kita mengikuti Baginda Nabi SAW. Lalu apa di antara tanda bahwa Allah SWT mencintaihamba-Nya? Dalam hal ini Allah SWT berfirman (yang artinya): Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian murtad dari agama Allah, Allah pasti akan mendatangkan suatu kaum yang Dia cintai dan mereka pun mencintai Dia; mereka bersikap lembut kepada kaum Mukmin dankeras terhadap orang-orang kafir; mereka berjihad di jalan Allah; mereka tidak takut terhadap celaan para pencela. Itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas dan Mahatahu (TQS al-Maidah [5]: 54).
Ayat ini menghubungkan realitas orang-orang yang Allah cintai itu dengan orang-orang yang senantiasa bersikap lembut kepada kaum Mukmin, keras terhadap kaum kafir, berjihad di jalan Allah dan tidak takut terhadap celaan para pencela.
Selain itu, di antara tanda bahwa Allah mencintai hamba-Nya tersurat dalam sebuah hadits qudsipenuturan Abu Hurairah ra. Disebutkan bahwa Baginda Nabi SAWpernah bersabda, “Siapa saja yang memusuhi wali-Ku, maka ketahuilah bahwa Aku telah memaklumkanperang terhadap dia. Tidaklah seorang hamba ber-taqarrub kepada Diri-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada perkara yang telah Aku wajibkan kepada dirinya. Seorang hamba terus-menerus bertaqarrub kepada Diri-Ku dengan amalan-amalan nafilah hingga Aku mencintai dia. Jika Aku mencintai dia, Aku menjadi pendengarannya yang dengan itu dia mendengar; menjadi penglihatannya yang dengan itu dia melihat; menjadi tangannya yang dengan itu dia meraba; menjadi kakinya yang dengan itu dia berjalan. Jika dia meminta kepada Diri-Ku, Aku pasti mengambulkan permintaannya. Jika dia meminta perlindungan-Ku, Aku pun pasti melindungi dirinya.” (HR al-Bukhari).
Dari hadits qudsi ini dapat dipahami bahwa cinta Allah SWT kepada hamba-Nya memiliki sejumlah tanda. Pertama: Allah SWT senantiasa menjaga pendengarannya dari hal-hal yang haram untuk didengar, seperti ghibah (menggunjingkan aib orang lain) dan namimah (mengadu-domba) dan yang semisalnya. Kedua: Allah SWT senantia menjaga pandangannya dari perkara-perkara yang haram untuk dipandang (misal: pornografi dan pornoaksi, pen.). Ketiga: Allah SWT senantiasa menjaga tangannya dari menyentuh hal-hal yang haram (misal: menggandeng atau merangkul wanita asing [ajnabi], pen.). Keempat: Allah SWT senantiasa menjaga langkahnya sehingga tidak melangkah ke tempat-tempat yang diharamkan. Dengan demikian, Allah SWT senantiasa mememelihara dirinya dan anggota tubuhnya hingga terlepas dari syahwat dan sebaliknya tenggelam dalam ketaatan. Dengan itu, pendengaran, pandangan, tangan dan langkahnya tidak digunakan kecuali yang memang sesuai dengan tuntunan syariah.Kelima: Allah SWT mengabulkan permohonannya saat ia memohon kepada-Nya. Kelima: Allah SWT melindungi dirinya saat ia memohon perlindungan-Nya (Muhammad ‘Alan ash-Shiddiqi, Ibid., II/215).
Terkait dengan orang-orang yang Allah cintaiini, Baginda Nabi SAWjuga bersabda, “Jika Allah SWT mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman, ‘Sesungguhnya Allah SWT mencintai si fulan, maka cintailah dia.’ Jibril pun mencintai dia. Jibril lalu menyeru penduduk langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah oleh kalian dia.’ Penduduk langit pun mencintai dia. Kemudian ia pun diterima dan dicintai penduduk bumi.” (Mutaffaq ‘alih).Semoga kita dapat meraih cinta sejati, cinta AllahRabbul ‘Izzati. Wa ma tawfiqi illa bilLah.[]abi
Baca Selanjutnya... »»  

Senin, 05 Desember 2011

Indahnya Memuliakan Sesama Muslim

Allah SWT sesungguhnya telah memuliakan manusia dalam kedudukan yang amat tinggi. Betapa tinggi kemuliaan manusia di mata Allah SWT hingga jika seorang manusia membunuh manusia lain tanpa alasan yang dibenarkan, maka di mata Allah SWT, sama saja ia dengan membunuh seluruh manusia. Allah SWT berfirman (yang artinya): Siapa saja yang membunuh suatu jiwa bukan karena orang itu membunuh atau membuat kerusakan di muka bumi, maka dia seperti membunuh seluruh manusia (TQS al-Maidah [5]: 32).
Apalagi jika itu menyangkut jiwa seorang Muslim. Baginda Rasulullah SAW bersabda, “Mencela seorang Muslim adalah kefasikan, sementara membunuhnya adalah kekufuran.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya, Allah SWT dan Rasul-Nya, telah memerintahkan untuk memuliakan sesama Muslim. Tentu karena sesama Muslim adalah saudara. Ibn Umar ra menuturkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Muslim itu saudara bagi Muslim yang lain. Ia tidak saling menzalimi dan saling membiarkan. Siapa saja yang menghilangkan suatu kesulitan dari seorang Muslim, maka Allah SWT akan menghilangkan kesulitan bagi dirinya di antara berbagai kesulitan pada Hari Kiamat kelak. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, Allah pasti akan menutupi aibnya pada Hari Kiamat nanti.” (Muttafaq a’laih).
Abu Hurairah pun berkata bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, “Muslim itu saudara bagi Muslim yang lain. Ia tidak saling mengkhianati, saling mendustakan dan saling menghinakan. Setiap Muslim adalah haram bagi Muslim yang lain menyangkut kehormatan, harta dan darahnya.” (HR at-Tirmidzi).
Bahkan terhadap Muslim yang zalim pun, Rasulullah tetap menyuruh kita menyayangi dia dengan cara menolongnya. Beliau pernah bersabda, “Tolonglah saudaramu, baik pelaku kezaliman maupun korban yang dizalimi.” Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, saya menolongnya jika ia dizalimi. Lalu bagaimana saya harus menolong orang yang melakukan kezaliman?” Rasul menjawab, “Cegahlah dia dari berlaku zalim. Itulah bentuk pertolongan kamu kepadanya.” (HR al-Bukhari).
Begitu indahnya sikap memuliakan sesama Muslim juga ditunjukkan oleh sabda Rasulullah sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah, “Hak Muslim atas Muslim yang lain ada lima: menjawab salam, mengunjungi yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan yang bersin.” (Muttafaq ‘alaih).
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Hak Muslim atas Muslim yang lain ada enam: jika bertemu, ucapkanlah salam; jika mengundang, penuhilah; jika meminta nasihat, berilah nasihat; jika bersin, ucapkanlah hamdallah dan doakanlah; jika sakit, jenguklah; jika meninggal, iringilah jenazahnya.” (HR Muslim).
Selain itu, sudah sepantasnya sesama Muslim saling menguatkan, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah, “Mukmin dengan Mukmin yang lain itu seperti satu bangunan; satu sama lain saling menguatkan.” (Muttafaq ‘alaih).
Beliau pun bersabda sebagaimana dituturkan oleh Nu’man bin Busyair, “Perumpamaan kaum Mukmin itu dalam kasih-sayang dan sikap lemah-lembut mereka adalah seperti satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh itu merasakan sakit, maka seluruh bagian tubuh yang lain akan panas dan demam.” (Muttafaq ‘alaih).
Lebih dari sekadar saling menguatkan, sikap memuliakan sesama Muslim juga sejatinya tercermin dalam hal saling menyayangi sepenuh hati. Apalagi Baginda Rasulullah pernah bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Jarir bin Abdillah. “Siapa saja yang tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayangi dirinya.” (Muttafq ‘alaih).
Aisah ra pun menuturkan bahwa suatu ketika datang sekelompok Arab pedalaman kepada Baginda Rasulillah. Mereka lalu berkata, “Apakah kalian bisa menciumi anak-anak kalian?” Beliau menjawab, “Betul.” Mereka berkata, “Akan tetapi, kami, demi Allah, tidak melakukannya.” Beliau kembali bersabda, “Apakah kalian ingin Allah mencabut sikap welas-asih dari kalbu-kalbu kalian?” (Muttafaq ‘alaih).
Bagaimana pula gambaran sikap memuliakan sesama Muslim tercermin dalam sabda Rasulullah sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah, “Jika salah seorang di antara kalian mengimami orang-orang, hendaklah dia meringankan shalatnya karena sesungguhnya di antara mereka ada orang yang lemah, sakit dan tua. Jika salah seorang di antara kalian shalat sendirian, maka silakan dia memanjangkan shalatnya sesuka hatinya.” (Muttafaq ‘alaih).
Abu Qatadah pun menuturkan bahwa Baginda Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya aku pernah mengimami shalat dan ingin memanjangkannya. Tiba-tiba aku mendengar tangisan bayi. Aku pun mempercepat shalatku karena khawatir tangisan bayi itu membebani ibunya.” (HR al-Bukhari).
Sungguh, betapa indahnya jika sikap memuliakan sesama Muslim ini benar-benar selalu kita wujudkan dalam keseharian kita. Wama tawfiqi illa bilLah.
Baca Selanjutnya... »»  

Hijrah Dari Sistem Jahiliah Modern

Baca Selanjutnya... »»  

Pentingnya Kesadaran Politik Umat !

DSalah satu perkara penting yang harus ditumbuhkan dan diperkuat di tengah-tengah umat adalah kesadaran politik (al wa’yu as siyasi). Muhammad Muhammad Ismail dalam kitabnya Al-Fikr al-Islami mendefinisikan kesadaran politik sebagai upaya manusia untuk memahami bagaimana memelihara urusannya. Kesadaran politik juga berarti an-nadzrah ila ‘alam min zawiyat[in] khashshah (pandangan yang universal dengan sudut pandang yang khas) .

Karena itu kesadaran politik tidak akan sempurna kecuali dipenuhinya dua unsur diatas. Pertama, pandangan universal (an nadzratu ‘ila al ‘alam) . Dalam hal ini seseorang melihat sebuah masalah bukan secara regional, yang dibatasi pada negeri-negeri tertentu saja, namun melihatnya secara menyeluruh (global). Sebagai contoh, ketika kita melihat apa yang dilakukan oleh Obama tidak dilihat sebagai tindak yang personal. Yang datang dengan wajah yang penuh senyum, mengumbar nostalgia masa lalu yang menyukai bakso atau nasi goreng. Namun wajib melihat bahwa Obama adalah kepala negara Amerika, sebagai sebuah negara Kapitalisme yang menggunakan penjajahan sebagai metode untuk menyebarluaskan dan mempertahankan ideologinya.

Kita juga tidak boleh melihat tindakan Amerika di Indonesia, yang terkesan menampilkan wajah ramah, tapi juga wajib melihat bagaimana kebijakan politik luar negeri Amerika secara menyeluruh di negeri-negeri Islam. Bagaimana Amerika menduduki Irak dan membunuh hampir satu juta kaum muslim di sana. Bagaimana Negara Paman Sam itu menjajah Afghanistan dan atas perintah Obama mengirim 30 ribu pasukan tambahan. Ribuan kaum muslim pun terbunuh karena tindakan keji Amerika. Termasuk penting melihat , bagaimana Amerika memecahbelah negeri Islam seperti Sudan termasuk Timor Timur di Indonesia. Bagaiman pula Amerika mendukung secara penuh dan membabi buta tindakan entitas Zionis Israel yang secara buas membunuh kaum muslim di Palestina dengan sistematis dan menggunakan peralatan canggih yang merupakan bantuan Amerika.

Unsur kedua yang harus dimiliki untuk membangun kesadaran politik adalah pandangan tersebut harus berdasarkan sudut pandang yang khas (min zawiyat[in] khashshah). Karena itu dalam Islam, kesadaran politik bukanlah sebatas sadar akan situasi politik, posisi politik, atau peristiwa-peristiwa politik. Tapi harus melihat itu semuanya berdasarkan sudut pandang tertentu (ideologi). Inilah yang akan mengarahkan sikap politik sebuah umat . Kesadaran politik seperti ini akan bersifat permanen , meskipun bisa berkembang secara dinamis ke setiap arah,namun tetap mengarah pada satu tujuan tertentu. Hal ini akan menjadi sifat bawaan dalam tubuh umat bukan hanya pada individu-individu.

Dalam Islam, sudut pandang yang khas itu adalah mabda’ (ideologi) Islam yang muncul berdasarkan aqidah Islam. Berdasarkan mabda’ Islam, umat akan selalu mengkaitkan persoalan politik umat dengan Islam, menyelesaikan urusan-ursan umat berdasarkan Islam, menjadikan standar untuk segala peristiwa politik syariah Islam.

Dengan kacamata universal dengan sudut pandang yang khas ini sikap politik kita menjadi jelas. Kita bisa menentukan status negara Amerika sebagai negara Muhariban Fi’lan , negara kafir yang secara langsung memerangi umat Islam. Dan dalam Islam hubungan dengan negara muhariban fi’lan adalah hubungan perang. Karena itu tidak dibolehkan melakukan hubungan diplomatik dan perdamaian apapun dengan negara itu, sampai negara itu menghentikan pembunuhannya terhadap umat Islam.

Allah SWT telah dengan tegas melarang kaum Muslim mengambil musuh Allah dan musuh umat sebagai teman dekat dan kepadanya kaum Muslim memberikan loyalitas . Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. (QS Ali Imran : 118)

Jangankah mengambil sebagai teman dekat , cenderung saja kepada orang-orang yang dzalim merupakan dosa besar yang akan membuat seorang muslim terjerumus ke dalam api neraka. Allah SWT berfirman : “ Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah SWT, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan” (QS Hud: 113)

Dalam tafsir al Jalalain dijelaskan bagaimana bentuk cenderung kepada orang-orang yang dzolim itu antara lain berkasih-sayang dengan mereka , bermanis-muka atau berbasa basi dengan mereka atau ridho terhadap perbuatan yang mereka lakukan.

Inilah yang mendasari sikap Ulama Sufyan ats-Tsauri, ketika seorang penjahit meminta nasehat kepadanya : bolehkan dia menjahit pakaian Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqofi seorang panglima perang yang dzolim dan penguasa yang diktator. Dengan tegas, Sufyan ats-Tsauri, melarangnya. Subhanallah, menjahit pakaian orang yang dzolim saja diharamkan , apalagi kemudian menerimanya dengan lapang dada, bermanis muka, bahkan rela dengan kebijakan penjajahannya !

Kewajiban memiliki pandangan universal ini merupakan tuntutan syariah Islam yang melihat umat Islam sebagai umat yang satu atas dasar keimanan . Rosulullah saw menggambarkan umat Islam seperti tubuh yang satu, apabila satu bagian tubuh sakit, maka tubuh yang lain tentu saja akan merasakan sakit. Umat Islam juga bagaikan bangunan yang saling memperkuat satu dengan yang lain. Karena itu sakitnya saudara kita di Palestina yang dibunuh oleh Zionis Israel , adalah sakitnya kita juga. Kesedihan anak-anak , para wanita, yang ditinggal oleh ayah dan suami mereka di Irak dan Afghanistan karena kekejian Amerika, adalah kesedihan kita juga!

Kesadaran politik umat berdasarkan Islam akan membangun umat dengan karakteristik yang istimewa dan khas. Berupa pandangan universal terhadap kemashlahatan manusia yang ditinjau dari sudut pandang Islam. Berdasarkan ini umat Islam wajib menyakini bahwa hanya Islam yang bisa menyelamatkan seluruh dunia ini. Krisis dunia sekarang tidak akan bisa diselesaikan dengan sistem kapatalisme dengan ide-ide pokoknya seperti demokrasi, HAM, pluralisme , atau liberalisme. Justru sistem kapitalisme inilah yang menjadi biang kerok persoalan dunia saat ini. Yang bisa menyelesaikannya hanyalah syariah Islam, yang bersumber dari Allah SWT.

Umat juga wajib menyakini bahwa untuk mewujudkan seluruh syariah Islam secara sempurna tidak akan bisa dilakukan tanpa keberadaan daulah Islam (daulah Khilafah). Tanpa daulah Khilafah keinginan menjadikan Islam sebagai solusi bagi dunia adalah omong kosong belaka. Keinginan untuk menjadi negara adi daya dunia hanyalah isapan jempol. Tanpa Daulah Khilafah , umat tidak akan ada yang menyatukan dan melindungi mereka. Sebagaimana yang dinyatakan oleh HOS Tjokroaminoto , umat Islam tanpa Khilafah seperti manusia tanpa kepala !

Tidak berhenti sekedar paham , kesadaran poltik mendorong umat untuk terjun dalam perjuangan mewujudkan Islam dalam kehidupan yang nyata. Berjuang dengan penuh keikhlasan dan siap dengan segala bentuk pengorbanan untuk menegakkan kembali Khilafah Islam. Sebab tanpa perjuangan yang ikhlas dan penuh pengorbanan , setinggi apapun cita-cita yang mulia, tidak akan pernah terwujud.

Muhamad Muhammad Ismail menyimpulkan cerminan kesadaran politik umat akan tampak dari tiga perkaran yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pertama: Adanya perhatian terhadap kepentingan umat dengan perhatian yang sempurna dan merupakan tindakan yang muncul dengan sendirinya. Sehingga seorang muslim dalam do’anya memohon: “Ya Allah, berikanlah rahmat (karunia)Mu kepada umat Islam” sebagaimana ia berdo’a untuk dirinya sendiri: “Ya Allah, berikanlah rahmat (karunia)Mu kepadaku“. Kepeduliannya terhadap umat akan nampak dalam perka­taannya seperti: “Apakah tentara Islam mendapat kemenangan?” sebelum ia menanyakan keadaan anaknya yang ada di antara tentara itu (selamat atau gugur).

Kedua: Adanya kesatuan pandangan dan kedisiplinan terhadap hal-hal yang wajib dilawan atau dimusnahkan, juga terhadap hal-hal yang wajib dibangun dan ditumbuhkembangkan, baik berupa pemikiran, kegiatan/ aktifitas, atau sosok pribadi manusia.

Ketiga: Dijadikannya ketaatan sebagai suatu watak, dan sikap penolakan terhadap suatu perintah suatu perbuatan keji yang menjijikkan dan dibenci. Tunduk kepada musuh bukanlah suatu ketaatan. Demikian juga menghadapi penyimpangan (yang dilakukan penguasa), bukanlah suatu pembangkangan. Tetapi ketaatan adalah melaksanakan perintah orang yang berhak untuk ditaati dengan penuh ketundukan, keridlaan, dan keten­traman. Sedangkan pembangkangan adalah kebalikan dari semua itu. (Farid Wadjdi)
Baca Selanjutnya... »»  
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template